Harga telur ayam ras di Payakumbuh turun jadi Rp1.400 per butir
Rabu, 29 Agustus 2018 10:52 WIB
Pedagang telur merapikan dagangannya. (Antara Foto)
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Harga telur ayam ras tingkat pedagang di pasar tradisional Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, turun dari Rp1.600 menjadi Rp1.400 per butir.
"Sebelumnya harga terlur Rp1.600 per butir, harga tersebut bertahan hampir selama satu bulan," kata salah seorang pedagang, Mustika (39) di Payakumbuh, Rabu.
Setelah harga telur turun, lanjutnya penjualan mulai kembali normal karena sebelumnya sempat turun disebabkan harga telur yang tinggi.
Menurutnya telur merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dari semua kalangan.
Ia menjelaskan saat harga telur naik menjadi Rp1.600 satu bulan lalu, merupakan harga telur yang paling mahal selama ini.
"Semoga ke depan harga telur tetap bertahan pada harga normal," katanya.
Sementara salah seorang pembeli, Sofita (49) mengaku senang harga telur sudah turun karena bahan pokok tersebut cukup dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari.
"Mudah-mudahan tidak naik lagi seperti satu bulan lalu," ujarnya.
Bahan pokok lain seperti cabai harganya masih stabil sejak Lebaran Idul Fitri 2018, cabai merah berkisar Rp28.000 per kilogram dan bawang merah Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram tergantung kualitasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Asben Hendri mengatakan kenaikan harga telur dan daging ayam broiler secara signifikan di provinsi ini diduga akibat berkurangnya produksi hingga 30 persen di tingkat peternak.
"Larangan mencampur vaksin antibiotik pada makanan, membuat ayam petelur dan pedaging banyak sakit hingga produksi menurun. Akibatnya harga mahal," kata dia. (*)
"Sebelumnya harga terlur Rp1.600 per butir, harga tersebut bertahan hampir selama satu bulan," kata salah seorang pedagang, Mustika (39) di Payakumbuh, Rabu.
Setelah harga telur turun, lanjutnya penjualan mulai kembali normal karena sebelumnya sempat turun disebabkan harga telur yang tinggi.
Menurutnya telur merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dari semua kalangan.
Ia menjelaskan saat harga telur naik menjadi Rp1.600 satu bulan lalu, merupakan harga telur yang paling mahal selama ini.
"Semoga ke depan harga telur tetap bertahan pada harga normal," katanya.
Sementara salah seorang pembeli, Sofita (49) mengaku senang harga telur sudah turun karena bahan pokok tersebut cukup dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari.
"Mudah-mudahan tidak naik lagi seperti satu bulan lalu," ujarnya.
Bahan pokok lain seperti cabai harganya masih stabil sejak Lebaran Idul Fitri 2018, cabai merah berkisar Rp28.000 per kilogram dan bawang merah Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram tergantung kualitasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Asben Hendri mengatakan kenaikan harga telur dan daging ayam broiler secara signifikan di provinsi ini diduga akibat berkurangnya produksi hingga 30 persen di tingkat peternak.
"Larangan mencampur vaksin antibiotik pada makanan, membuat ayam petelur dan pedaging banyak sakit hingga produksi menurun. Akibatnya harga mahal," kata dia. (*)
Pewarta : Novia Harlina
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keren, BUMDrs di Belitung Timur produksi sendiri rak telur untuk peternak ayam
30 December 2025 15:44 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam turun Kamis (05/02/2026) hari ini, simak daftar terbarunya
05 February 2026 9:44 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Kamis (05/02/2026) hari ini kompak stabil
05 February 2026 9:12 WIB
Simak harga terbaru emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Rabu (04/02/2026) hari ini
04 February 2026 11:39 WIB
Emas Antam pada Rabu (04/02/2026) meroket Rp102.000 ke angka Rp2,946 juta per gram
04 February 2026 9:26 WIB
Harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Rabu (04/02/2026) hari ini kompak turun lagi
04 February 2026 6:44 WIB
Emas Antam pada Selasa (03/02/2026) anjlok Rp183.000 jadi Rp2,844 juta/gram
03 February 2026 9:21 WIB