Ini upaya BPBD dalam mengurangi risiko bencana di Solok Selatan
Kamis, 19 Juli 2018 12:31 WIB
Kalaksa BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri. (Antara Sumbar/Erik IA)
Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat, mendorong Pemerintahan Nagari untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam upaya pengurangan risiko jika terjadi bencana di daerahnya.
"Kalau sudah terbentuk kami bisa memberikan penguatan berupa pelatihan sehingga mereka siap bila dibutuhkan," kata Kalaksa BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri di Padang Aro, Kamis.
Dia mengatakan dengan adanya Destana pihak nagari juga bisa mengalokasikan anggaran melalui dana desa.
Destana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.
Kemampuan mandiri berarti serangkaian upaya yang dilakukan sendiri dengan memberdayakan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki masyarakat desa untuk mengenali ancaman dan risiko bencana yang dihadapi, meliputi juga evaluasi dan monitoring kapasitas yang dimilikinya.
Destana juga bisa berkoordinasi dengan BPBD dan mereka memiliki media sendiri dalam penanganan bencana yang terjadi.
Solok Selatan sendiri katanya, merupakan daerah rawan bencana mulai dari bencana alam seperti banjir tanah longsor maupun letusan gunung api.
Untuk Solok Selatan sendiri sekarang sudah ada dua nagari yaitu Pasir Talang Selatan dan Pakan Rabaa yang membentuk Destana.
Selain itu katanya, Solok Selatan juga sudah memiliki 29 Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Menurut dia, dalam penanggulangan bencana dibutuhkan kerja sama antarsektor bukan hanya BPBD agar penanganannya bisa lebih baik.
Ke depan katanya, ia akan melakukan penguatan fisik personelnya supaya saat dibutuhkan mereka siap dan bisa bekerja maksimal. (*)
"Kalau sudah terbentuk kami bisa memberikan penguatan berupa pelatihan sehingga mereka siap bila dibutuhkan," kata Kalaksa BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri di Padang Aro, Kamis.
Dia mengatakan dengan adanya Destana pihak nagari juga bisa mengalokasikan anggaran melalui dana desa.
Destana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.
Kemampuan mandiri berarti serangkaian upaya yang dilakukan sendiri dengan memberdayakan dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki masyarakat desa untuk mengenali ancaman dan risiko bencana yang dihadapi, meliputi juga evaluasi dan monitoring kapasitas yang dimilikinya.
Destana juga bisa berkoordinasi dengan BPBD dan mereka memiliki media sendiri dalam penanganan bencana yang terjadi.
Solok Selatan sendiri katanya, merupakan daerah rawan bencana mulai dari bencana alam seperti banjir tanah longsor maupun letusan gunung api.
Untuk Solok Selatan sendiri sekarang sudah ada dua nagari yaitu Pasir Talang Selatan dan Pakan Rabaa yang membentuk Destana.
Selain itu katanya, Solok Selatan juga sudah memiliki 29 Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Menurut dia, dalam penanggulangan bencana dibutuhkan kerja sama antarsektor bukan hanya BPBD agar penanganannya bisa lebih baik.
Ke depan katanya, ia akan melakukan penguatan fisik personelnya supaya saat dibutuhkan mereka siap dan bisa bekerja maksimal. (*)
Pewarta : Erik Ifansyah Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB