Usai sudah perhelatan pilkada di empat kota di Sumatera Barat  dengan menghadirkan sejumlah wajah baru hingga petahana yang kembali diberi kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinannya.
     
Di Kota Padang publik kembali memberi kepercayaan kepada sosok petahana Mahyeldi untuk memimpin ibu kota provinsi Sumatera Barat tersebut  kedua kalinya.
   
 Jika pada Pilkada Padang 2014 Mahyeldi yang ketika itu berpasangan dengan Emzalmi harus berjuang keras melawan sembilan pasang kandidat lainnya yang menyebabkan pilkada berlangsung dua putaran, sebaliknya pada 27 Juni 2018 ia menang dengan mudah mengalahkan wakilnya sendiri yaitu Emzalmi.
     
Berdasarkan hasil penghitungan final KPU Padang  Mahyeldi yang pada periode kedua memilih berpasangan dengan Ketua DPD PAN Kota Padang Hendri Septa memperoleh kemenangan cukup telak yaitu 212.526 suara atau 62,92 persen dan pesaingnya kandidat Emzalmi-Desri mendapatkan 125.238 suara atau 37,08 persen.
 
   Sementara pada Pilkada Padang putaran I 2013 yang diikuti 10  kandidat pasangan nomor urut satu Emma Yohanna-Wahyu Irama Putra memperoleh  25.599  suara atau 8,17 persen,  Mohammad Ichlas El Qudsi-Januardi Sumka  memperoleh 48.704 suara  atau 15,55 persen, Mahyeldi-Emzalmi   92.218 suara atau 29,46 persen dan Desri Ayunda-James Helyward  59.845 suara atau 19,11 persen.
 
   Kemudian dari jalur perseorangan  Maigus Nasir -Armalis 36.465  suara atau 11,64 persen, Syamsuar Syam-Mawardi Nur 4.616 suara  atau 1,43 persen, Kandris Asrin-Indra Dwipa 13.762  suara atau 4,39 persen, Indra Jaya -Yefri Hendri Darmi 4.470  sura atau 1,43 persen,  Ibrahim- Nardi Gusman  14.845  suara atau 4,74 persen dan  Asnawi Bahar-Surya Budhi 12.626 suara atau 4.03 persen.
   
 Karena tidak ada yang memperoleh 30 persen suara akhirnya ketika itu KPU Padang menetapkan pilkada dua putaran diikuti pasangan Mahyeldi-Emzalmi dan James Helyward-Desri Ayunda.

    Hasilnya  pasangan Mahyeldi-Emzalmi unggul tipis  memperoleh 148.864 suara atau 50,29 persen dan pasangan Desri Ayunda-James Helyward meraih 147.168 suara atau 49,71 persen.

    Mengusung visi Mewujudkan Masyarakat Kota Padang Yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata serta Unggul dan Berdaya Saing Mahyeldi-Hendri pada pilkada 2018   diusung oleh PKS dan PAN.

    Menariknya mereka melawan Emzalmi-Desri Ayunda yang diusung tujuh partai yaitu Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP dan Demokrat.

    Pada pilkada 2018 Mahyeldi-Hendri menyiapkan sejumlah program unggulan yaitu melanjutkan betonisasi jalan lingkungan, pengaspalan dan pelebaran jalan, serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir.

   Kemudian meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi , budaya kerja aparatur dan pelayanan publik. Lalu melanjutkan pengembangan kawasan wisata terpadu Gunung Padang dan pulau-pulau kecil.

    Berikutnya membangun 500 ruang kelas baru untuk SD dan SMP serta melanjutkan penyelenggaran pesantren Ramadhan, kegiatan keagamaan seni, budaya dan olahraga berkualitas.

    Selanjutnya penataan angkutan umum, penambahan koridor trans Padang, serta manajemen rekayasa lalu lintas. Kemudian merevitalisasi sarana olahraga tingkat RT, membangun taman kota  di kecamatan serta pusat inovasi dan kreaativitas pemuda.

    Lalu meningkatkan dana stimulan kecamatan hingga Rp1 miliar dan kelurahan Rp100 juta serta meningkatkan operasional RT, RW guru TPA, MDA dan imam masjid.
   
Kemudian meningkatkan indeks kemudahan berusaha di Padang, mendorong penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan membangun kampung tematik dalam pengembangan ekonomi berdasarkan potensi wilayah.
 
   Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai kemenangan pasangan calon  Wali Kota Padang Mahyeldi-Hendri Septa sudah diprediksi sejak awal.

   "Salah satunya penyebab adalah  pesaingnya pasangan Emzalmi-Desri Ayunda diusung tujuh partai politik tapi tidak bisa menggerakan meisn politik dengan maksimal," kata dia.

    Ia menilai dari tujuh partai yang mengusung Emzalmi-Desri Ayunda  bahkan sebagian besar terbelah dan lebih banyak mendukung Mahyeldi-Hendri.

   Sementara di sisi lain, pemilih PKS dan PAN  yang mengusung Mahyeldi-Hendri lebih solid dan  paralel suaranya dengan dukungan kepada pasangan calon, kata dia.

   Ia menyampaikan faktor paling  banyak menentukan kemenangan di Pilkada Padang adalah figur  Mahyeldi sebagai Wali Kota petahana.

   "Mahyeldi menuai insentif politik yang lebih besar terlihat dari tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi atas perubahan pembangunan dalam empat tahun terakhir," katanya.

    Kawal Janji

    Edi  mengingatkan setelah KPU Padang menetapkan calon kepala daerah terpilih hasil pilkada 27 Juni 2018 saatnya masyarakat mengawal janji kampanye yang disampaikan kandidat.

     "Masyarakat Kota Padang seyogyanya terus menjaga partisipasi politiknya mengawal janji kampanye dan setiap kebijakan atau program yang digulirkan kepala daerah terpilih ke depan," kata dia.
   
Menurutnya dalam demokrasi partisipasi politik  bukan sekadar keikutsertaan di saat hari pemilihan tetapi justru lebih penting di antara  waktu pemilihan, yakni  periode kepala daerah menjalankan kekuasaannya.

    Ia mengatakan  untuk mengawal bisa saja ada kendala karena selain rakyat juga ada pendukung calon. 

    Akan tetapi masyarakat selaku pemilih harus menyadari hak sebagai warga dan  memiliki pengetahuan  tentang janji kampanye. 

     Ia melihat saat ini  massa secara  umum belum  menyadari hak-hak warga dan karenanya belum begitu peduli dengan janji-janji kampanye pascapilkada . 

    Secara khusus dengan pengumuman rekap hasil tingkat kota oleh KPU  diharapkan setiap pasangan calon lapang dada menerima hasilnya.
   
"Yang menang tidak jumawa, yang kalah tidak larut kecewa suasana  kondusif harus  terus terjaga agar semua aktivitas warga kota pun terus berjalan," kata dia.
 
   Sementara Wali Kota Padang terpilih Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada tim pemenangan, relawan dan semua pihak dan menurutnya keunggulan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari masyarakat.

   Ia mengajak semua pihak membangun soliditas karena pelaksanaan pilkada  Padang sudah  selesai.

   Sejalan dengan itu  Wakil Wali Kota Padang terpilih  Hendri Septa mengatakan akan bekerja sungguh-sungguh untuk membangun Padang ke depan. (*)

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2024