Masjid terapung Pariaman dukung pengembangan wisata religius Sumbar
Kamis, 5 Juli 2018 16:44 WIB
Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman menaiki eskapator untuk memancangkan pondasi pembangunan mesjid terapung. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan pembangunan masjid terapung di kawasan Pantai Pauah Kecamatan Pariaman Tengah, merupakan salah satu upaya pemerintah setempat untuk memajukan wisata religius.
"Kota Pariaman merupakan salah satu daerah tujuan wisata, oleh karena itu pembangunan masjid terapung ditujukan untuk mendukung branding wisata religius di Sumbar," kata Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, di Pariaman, Kamis.
Untuk mendukung wisata religius di daerah itu, pemerintah daerah akan menjadikan masjid terapung sebagai pusat keagamaan masyarakat setempat.
Selain itu ujar dia, di lokasi mesjid terapung tersebut nantinya pemerintah daerah membangun pusat kuliner khas Kota Pariaman, aneka hasil kerajinan masyarakat serta kawasan wisata bernuansa islami.
Ia berpendapat pembangunan masjid terapung pertama kali di Pulau Sumatera, akan meningkatkan kunjungan wisatawan luar negeri ke provinsi itu.
"Pembangunan masjid terapung memang membutuhkan waktu yang lama, namun jika telah selesai pemerintah menyakini wisatawan asing akan berbondong-bondong ke Sumbar terutama Kota Pariaman," katanya.
Bahkan ujarnya, pemerintah setempat tidak melarang wisatawan non muslim mengunjungi kawasan masjid terapung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra mengatakan untuk mendukung penerapan wisata religius di daerah itu, pemerintah terlebih dahulu harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
"Selain menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap, sektor promosi juga harus dioptimalkan agar wisatawan lokal hingga mancanegara mengetahui keberadaan mesjid terapung," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pariaman Zamzamil mengatakan untuk tahap awal pemerintah setempat akan melakukan pemancangan pondasi mesjid terapung sebanyak 180 dari 300 titik.
"Untuk tahap awal anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah setempat sebanyak Rp21,5 miliar namun itu hanya untuk beberapa item saja," ujar dia.
Dasar pembangunan tersebut ujar dia, merujuk kepada keputusan Gubernur Sumbar nomor 660-6-2018 tanggal 14 Mei 2018, kemudian izin lingkungan Keputusan Gubernur Sumbar nomor 660-7-2018 tanggal 15 Mei 2018.
Secara rinci ia menjelaskan untuk pembangunan fisik diperkirakan memakan biaya mencapai Rp100 miliar fasilitas umum dan landscape Rp35 miliar. (*)
Baca juga: Masjid Terapung Pariaman diperkirakan menelan biaya RP135 miliar
"Kota Pariaman merupakan salah satu daerah tujuan wisata, oleh karena itu pembangunan masjid terapung ditujukan untuk mendukung branding wisata religius di Sumbar," kata Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, di Pariaman, Kamis.
Untuk mendukung wisata religius di daerah itu, pemerintah daerah akan menjadikan masjid terapung sebagai pusat keagamaan masyarakat setempat.
Selain itu ujar dia, di lokasi mesjid terapung tersebut nantinya pemerintah daerah membangun pusat kuliner khas Kota Pariaman, aneka hasil kerajinan masyarakat serta kawasan wisata bernuansa islami.
Ia berpendapat pembangunan masjid terapung pertama kali di Pulau Sumatera, akan meningkatkan kunjungan wisatawan luar negeri ke provinsi itu.
"Pembangunan masjid terapung memang membutuhkan waktu yang lama, namun jika telah selesai pemerintah menyakini wisatawan asing akan berbondong-bondong ke Sumbar terutama Kota Pariaman," katanya.
Bahkan ujarnya, pemerintah setempat tidak melarang wisatawan non muslim mengunjungi kawasan masjid terapung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra mengatakan untuk mendukung penerapan wisata religius di daerah itu, pemerintah terlebih dahulu harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
"Selain menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap, sektor promosi juga harus dioptimalkan agar wisatawan lokal hingga mancanegara mengetahui keberadaan mesjid terapung," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pariaman Zamzamil mengatakan untuk tahap awal pemerintah setempat akan melakukan pemancangan pondasi mesjid terapung sebanyak 180 dari 300 titik.
"Untuk tahap awal anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah setempat sebanyak Rp21,5 miliar namun itu hanya untuk beberapa item saja," ujar dia.
Dasar pembangunan tersebut ujar dia, merujuk kepada keputusan Gubernur Sumbar nomor 660-6-2018 tanggal 14 Mei 2018, kemudian izin lingkungan Keputusan Gubernur Sumbar nomor 660-7-2018 tanggal 15 Mei 2018.
Secara rinci ia menjelaskan untuk pembangunan fisik diperkirakan memakan biaya mencapai Rp100 miliar fasilitas umum dan landscape Rp35 miliar. (*)
Baca juga: Masjid Terapung Pariaman diperkirakan menelan biaya RP135 miliar
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Mulai Bangun PLTS Terapung Kapasitas 92 MWp di Waduk Saguling, Jawa Barat
03 October 2025 14:06 WIB
Anggota DPD sebut PLTS Singkarak wujudkan Sumbar jadi provinsi hijau
30 January 2025 13:04 WIB, 2025
Irman Gusman ingatkan pentingnya PLTS terapung selamatkan krisis iklim
30 January 2025 12:00 WIB, 2025
Ir Ulul Azmi: Proyek PLTS terapung di Danau Singkarak solusi dan harapan untuk nelayan
24 January 2025 15:11 WIB, 2025
PLN gandeng Masdar bentuk kajian ekspansi PLTS Terapung Cirata hingga 500 MWac
28 May 2024 12:56 WIB, 2024