Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Satu unit rumah di Koto Hilalang, Nagari Balingka, Kecamatan Ampekkoto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rusak akibat terbawa arus air irigasi Aia Kunya, setelah curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Sabtu (19/5) sekitar pukul 20:30 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Pengembangan dan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Minggu, mengatakan, rumah semi permanen ukuran 5x7 meter milik Firman (42) roboh dan dibawa arus akibat pondasi rumah tergerus air.
"Rumah dalam kondisi rusak berat dan sebagian materi bangunan rumah dibawa arus sungai," katanya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp50 juta dan tidak ada korban jiwa.
Saat ini, korban beserta dua anaknya tinggal di rumah tetangga tidak jauh dari rumah korban.
"Mereka tinggal di rumah tetangga untuk sementara waktu sampai rumahnya selesai dibangun," katanya.
Rumah milik Firman yang sehari-hari sebagai mekanik ini rusak setelah meluapnya air irigasi Aia Kunya akibat curah hujan tinggi melanda daerah itu semenjak Sabtu (19/5) siang sampai malam.
Dengan kejadian itu, Wahyu mengimbau warga yang tinggal disepanjang sungai, daerah ketinggian dan dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.
"Apabila ada tanda-tanda bencana, segera mengungsikan ke daerah lebih aman agar tidak ada korban jiwa," katanya.
Pemilik rumah, Firman, mengatakan, pihaknya mendengar ada bunyi-bunyian pada bagian dapur pada Sabtu (19/5) sekitar pukul 20.30 WIB.
Mendengar itu, pihaknya langsung melihat kebelakang rumah dan rupanya tanah bagian dapur dibawa arus.
"Melihat kejadian itu, saya langsung membawa anak-anak ke luar rumah dan sesampai di luar, rumah pada bagian dapur miring dan beberapa menit roboh," katanya. (*)