BMKG: waspada hotspot pada Juni 2018
Selasa, 1 Mei 2018 22:41 WIB
Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal(tengah). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)
Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal menyatakan perlu kewaspadaan potensi peningkatan titik panas (hotspot) mulai Juni 2018.
"Sekarang masih masa transisi. Memang sudah terpantau beberapa titik panas di Riau,tidak banyak. Kita perlu waspada pada Juni 2018," katanya usai peluncuran aplikasi GAWku di BMKG Stasiun Bukit Kototabang, Palupuh, Agam, Selasa.
Potensi peningkatan suhu yang memicu timbulnya titik panas, terutama perlu diperhatikan di wilayah Riau dan Sumatera Utara.
Ia memperkirakan kondisi musim kemarau di 2018 tidak akan seekstrem pada tahun 2015.
Di 2015, ada fenomena el nino yang menyebabkan suhu panas dan memicu munculnya titik panas.
Sementara di 2018 tidak ada fenomena tersebut sehingga diperkirakan kondisi tahun ini tidak akan separah 2015 namun 2018 kondisinya lebih kering dari 2017.
"Kewaspadaan tidak justru ditingkatkan saat kondisi kering saja, tapi dari sekarang sudah harus dicegah dan menjauhi tindakan yang dapat memicu kebakaran lahan seperti yang terjadi di 2015 lalu," katanya.
"Sekarang masih masa transisi. Memang sudah terpantau beberapa titik panas di Riau,tidak banyak. Kita perlu waspada pada Juni 2018," katanya usai peluncuran aplikasi GAWku di BMKG Stasiun Bukit Kototabang, Palupuh, Agam, Selasa.
Potensi peningkatan suhu yang memicu timbulnya titik panas, terutama perlu diperhatikan di wilayah Riau dan Sumatera Utara.
Ia memperkirakan kondisi musim kemarau di 2018 tidak akan seekstrem pada tahun 2015.
Di 2015, ada fenomena el nino yang menyebabkan suhu panas dan memicu munculnya titik panas.
Sementara di 2018 tidak ada fenomena tersebut sehingga diperkirakan kondisi tahun ini tidak akan separah 2015 namun 2018 kondisinya lebih kering dari 2017.
"Kewaspadaan tidak justru ditingkatkan saat kondisi kering saja, tapi dari sekarang sudah harus dicegah dan menjauhi tindakan yang dapat memicu kebakaran lahan seperti yang terjadi di 2015 lalu," katanya.
Pewarta : Ira Febrianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand edukasi sikat gigi dan cuci tangan pada anak TK Koto Tuo
04 February 2026 10:31 WIB
Pemkot Padang bangun 10 unit hunian tetap bagi penyintas banjir di Kapalo Koto
29 January 2026 16:22 WIB
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Wako Fadly Amran serahkan kunci 11 unit Hunsela bagi warga terdampak bencana di Kapalo Koto
26 January 2026 14:57 WIB
BPBD Agam pantau hulu sungai mengalir ke Danau Maninjau rawan banjir bandang
10 January 2026 9:17 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB