Peserta ujian nasional keluhkan soal sulit
Jumat, 13 April 2018 10:50 WIB
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 di SMA 1 Padang, Sumatera Barat, Senin (9/4). (ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/Maril/18)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Sejumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mengeluhkan soal matematika yang sulit ke akun media sosial yakni Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yakni @muhadjir_effendy.
Peserta UN mengeluhkan soal UNBK yang tidak sesuai dengan pada saat uji coba dan kisi-kisi.
Akun @_putrilee mengeluhkan soal UN Matematika yang menurutnya susah.
"Parah, soal UN MTK-nya susah banget, percuma belajar siang malam pagi sore nggak ada yang keluar."
Akun lainnya, @anon2585 meminta agar Mendikbud mengerjakan soal matematika agar tahu susahnya soal UNBK Matematika pada tahun ini.
"coba pak, sekali kali kerjain UN mtk yang sekarang, biar bapak tau betapa susahnya kita mengerjakan soal soal yang bapak kasih."
Sementara, akun lainnya @ryukie78 meminta agar Mendikbud membayangkan anaknya jika ikut UN. Meskipun UN bukan syarat kelulusan, namun nilai UN masih dipertimbangkan untuk melamar pekerjaan.
"Coba bapak bayangin misalnya anak bapak ikutan UN, gue yakin dia pasti bakal kewalahan (kecuali kalo bapak bantu ) emang sih UN enggak dijadiin syarat kelulusan, tapi kan nilainya masuk d ijazah yg dipake pas mau kerja. Gimana gak bnyk pengangguran kalo semuanya dipersulit," tulis akun @ryukie78.
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya mulai tahun ini mulai memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau "high order thinking skills" atau HOTS.
"Kami mulai berlakukan soal-soal yang dapat mendeteksi kemampuan siswa dengan menggunakan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau 'HOTS'," ujar Mendikbud.
Mendikbud menargetkan secara substantif meningkatkan kualitas dari UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS tersebut.
"Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025. Dengan demikian, kita harapkan bisa mendeteksi kemampuan siswa-siswi kita," katanya.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemdibud, Muhamad Abduh, mengatakan soal UNBK Matematika yang dikeluhkan peserta UN sudah sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.
"Dari perspektif kami, soal-soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan," ujar Abduh.
Sementara dari pihak siswa, lanjut Abduh, terlihat sebagai soal yang sulit dikerjakan. Padahal soal-soal yang ada di soal UN tersebut sudah sesuai dengan kisi-kisi soal UN yang diberikan. (*)
Peserta UN mengeluhkan soal UNBK yang tidak sesuai dengan pada saat uji coba dan kisi-kisi.
Akun @_putrilee mengeluhkan soal UN Matematika yang menurutnya susah.
"Parah, soal UN MTK-nya susah banget, percuma belajar siang malam pagi sore nggak ada yang keluar."
Akun lainnya, @anon2585 meminta agar Mendikbud mengerjakan soal matematika agar tahu susahnya soal UNBK Matematika pada tahun ini.
"coba pak, sekali kali kerjain UN mtk yang sekarang, biar bapak tau betapa susahnya kita mengerjakan soal soal yang bapak kasih."
Sementara, akun lainnya @ryukie78 meminta agar Mendikbud membayangkan anaknya jika ikut UN. Meskipun UN bukan syarat kelulusan, namun nilai UN masih dipertimbangkan untuk melamar pekerjaan.
"Coba bapak bayangin misalnya anak bapak ikutan UN, gue yakin dia pasti bakal kewalahan (kecuali kalo bapak bantu ) emang sih UN enggak dijadiin syarat kelulusan, tapi kan nilainya masuk d ijazah yg dipake pas mau kerja. Gimana gak bnyk pengangguran kalo semuanya dipersulit," tulis akun @ryukie78.
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya mulai tahun ini mulai memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau "high order thinking skills" atau HOTS.
"Kami mulai berlakukan soal-soal yang dapat mendeteksi kemampuan siswa dengan menggunakan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau 'HOTS'," ujar Mendikbud.
Mendikbud menargetkan secara substantif meningkatkan kualitas dari UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS tersebut.
"Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025. Dengan demikian, kita harapkan bisa mendeteksi kemampuan siswa-siswi kita," katanya.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemdibud, Muhamad Abduh, mengatakan soal UNBK Matematika yang dikeluhkan peserta UN sudah sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.
"Dari perspektif kami, soal-soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan," ujar Abduh.
Sementara dari pihak siswa, lanjut Abduh, terlihat sebagai soal yang sulit dikerjakan. Padahal soal-soal yang ada di soal UN tersebut sudah sesuai dengan kisi-kisi soal UN yang diberikan. (*)
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota : Musrenbang Sawahlunto fokus usulan riil dan selaras prioritas nasional
11 February 2026 9:55 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Tanggal 25 November Hari Guru Nasional, ayo berikan ucapan selamat terbaik
24 November 2025 16:31 WIB