Menpar libatkan artis hingga pengusaha promosikan pariwisata Indonesia
Rabu, 21 Maret 2018 10:38 WIB
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengundang berbagai kalangan mulai dari artis, pengusaha, hingga pengelola lokasi wisata untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
Menteri Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya menggelar Workshop Matchmaking Calender of Event, Digital Destination, Diaspora Restaurant, with Co-Branding Partners dalam rangka menyinergikan langkah dan menyatukan persepsi antara pemerintah, kalangan artis, pengusaha, hingga pengelola destinasi wisata.
"Keberhasilan pengembangan pariwisata nasional ditentukan oleh kerja sama yang dilakukan seluruh pihak terkait," katanya.
Untuk itu, kata dia, melalui berbagai kesempatan ia merasa perlu mempertemukan berbagai pihak.
Menpar sendiri dalam hal branding atau pemasaran memiliki strategi co-branding dengan 10 eksisting restoran Indonesia.
"Saya telah mencoba, namun belum berhasil untuk membuka restoran di luar negeri. Biayanya tidak murah. Dan pemerintah tidak menyediakan anggaran. Sebagai pembanding, pemerintah Thailand memberi subsidi setara dengan 100 ribu dolar AS bagi yang membuka restoran di luar Thailand," katanya.
Akhirnya ia memutuskan melakukan "branding existing" restoran yang sudah ada atau yang disebut dengan Diaspora Restaurant.
"Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat," ujar Arief Yahya.
Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengharapkan pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama yang baik sehingga mewujudkan cita-cita bersama yakni mengembangkan pariwisata.
"Empat komponen kita pertemukan. Semuanya merupakan mitra Kemenpar pada 2018. Semoga pertemuan kali ini bisa menghasilkan kerja sama dengan baik," ujar I Gde Pitana.
Acara ini dihadiri oleh 124 Brands dan 39 Dinas Kabupaten/Provinsi yang sudah dan tertarik melakukan "Co Branding" dengan Wonderful Indonesia.
"Semua kerja sama yang dilakukan ini memiliki satu alasan yakni memajukan pariwisata secara bersama," kata Pitana. (*)
Menteri Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya menggelar Workshop Matchmaking Calender of Event, Digital Destination, Diaspora Restaurant, with Co-Branding Partners dalam rangka menyinergikan langkah dan menyatukan persepsi antara pemerintah, kalangan artis, pengusaha, hingga pengelola destinasi wisata.
"Keberhasilan pengembangan pariwisata nasional ditentukan oleh kerja sama yang dilakukan seluruh pihak terkait," katanya.
Untuk itu, kata dia, melalui berbagai kesempatan ia merasa perlu mempertemukan berbagai pihak.
Menpar sendiri dalam hal branding atau pemasaran memiliki strategi co-branding dengan 10 eksisting restoran Indonesia.
"Saya telah mencoba, namun belum berhasil untuk membuka restoran di luar negeri. Biayanya tidak murah. Dan pemerintah tidak menyediakan anggaran. Sebagai pembanding, pemerintah Thailand memberi subsidi setara dengan 100 ribu dolar AS bagi yang membuka restoran di luar Thailand," katanya.
Akhirnya ia memutuskan melakukan "branding existing" restoran yang sudah ada atau yang disebut dengan Diaspora Restaurant.
"Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat," ujar Arief Yahya.
Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengharapkan pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama yang baik sehingga mewujudkan cita-cita bersama yakni mengembangkan pariwisata.
"Empat komponen kita pertemukan. Semuanya merupakan mitra Kemenpar pada 2018. Semoga pertemuan kali ini bisa menghasilkan kerja sama dengan baik," ujar I Gde Pitana.
Acara ini dihadiri oleh 124 Brands dan 39 Dinas Kabupaten/Provinsi yang sudah dan tertarik melakukan "Co Branding" dengan Wonderful Indonesia.
"Semua kerja sama yang dilakukan ini memiliki satu alasan yakni memajukan pariwisata secara bersama," kata Pitana. (*)
Pewarta : Hanni Sofia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Soal buka puasa bersama, Menag Yaqut Cholil Qoumas ikut arahan Presiden
24 March 2023 13:42 WIB, 2023
Direktur Panas Bumi: Bioetanol sorgum bisa jadi alternatif saat minyak bumi berkurang
30 November 2022 21:02 WIB, 2022
Ini pesan Ketum PBNU Gus Yahya saat kunjungi korban gempa di Pasaman Barat
27 February 2022 21:13 WIB, 2022
Sampaikan pembelaan, Yahya Waloni minta hakim hapus video ceramahnya berisi ujaran kebencian
29 December 2021 7:35 WIB, 2021
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Wahana permainan mulai dibangun di objek wisata Pariaman semarakkan Piaman Barayo
28 February 2026 15:56 WIB