Merkel: Islam milik Jerman
Sabtu, 17 Maret 2018 9:42 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel . (Reuters)
Berlin, Jerman, (Antaranews Sumbar) - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan menteri dalam negerinya -- yang mengatakan Israel bukan milik Jerman.
Ketika berbicara dalam satu taklimat bersama Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven, yang sedang berkunjung, Merkel mengatakan Islam adalah bagian dari sejarah dan budaya negeri tersebut seperti Kristen dan juga Yahudi.
"Empat juta orang Muslim hidup di Jerman, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka di sini. Mereka milik Jerman, dan juga agama mereka, Islam, milik Jerman," kata Kanselir Jerman tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.
Kata-kata Merkel dikeluarkan setelah Horst Seehofer, yang baru diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri jerman, mengatakan kepada harian Das Bild pada Jumat bahwa Islam bukan milik Jerman, dan menegaskan budaya serta tradisi negeri itu.
Jerman pada Rabu (14/3) akhirnya membentuk pemerintah baru dengan koalisi antara Partai Sosial Demokrat dan Uni Konservatif, yang dipimpin Merkel, yang terdiri atas Uni Kristen Demokratik (CDU) dan partai kembarannya dari Bavaria dan asal Seehofer, Uni Kristen Sosial (CSU). CSU lebih konservatif dibandingkan dengan CDU.
Meningkatnya jumlah orang Muslim di Jerman memicu Islamofobia dan kemunculan partai populis anti-migran Alternative fuer Deutschland (AFD).
Ketika berbicara dalam satu taklimat bersama Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven, yang sedang berkunjung, Merkel mengatakan Islam adalah bagian dari sejarah dan budaya negeri tersebut seperti Kristen dan juga Yahudi.
"Empat juta orang Muslim hidup di Jerman, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka di sini. Mereka milik Jerman, dan juga agama mereka, Islam, milik Jerman," kata Kanselir Jerman tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.
Kata-kata Merkel dikeluarkan setelah Horst Seehofer, yang baru diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri jerman, mengatakan kepada harian Das Bild pada Jumat bahwa Islam bukan milik Jerman, dan menegaskan budaya serta tradisi negeri itu.
Jerman pada Rabu (14/3) akhirnya membentuk pemerintah baru dengan koalisi antara Partai Sosial Demokrat dan Uni Konservatif, yang dipimpin Merkel, yang terdiri atas Uni Kristen Demokratik (CDU) dan partai kembarannya dari Bavaria dan asal Seehofer, Uni Kristen Sosial (CSU). CSU lebih konservatif dibandingkan dengan CDU.
Meningkatnya jumlah orang Muslim di Jerman memicu Islamofobia dan kemunculan partai populis anti-migran Alternative fuer Deutschland (AFD).
Pewarta : Antara/Xinhua-OANA
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dikecam karena membandingkan Merkel dengan Hitler, Dubes Malta langsung mundur
11 May 2020 10:21 WIB, 2020
Angela Merkel jalani swakarantina setelah kontak dengan dokter positif corona
23 March 2020 9:59 WIB, 2020
Kanselir Jerman Angela Merkel tegaskan penyelesaian dua-negara kepada Netanyahu
16 April 2019 8:34 WIB, 2019
Jerman bereaksi terbunuhnya Khashoggi, hentikan ekspor senjata ke Arab Saudi
22 October 2018 9:52 WIB, 2018
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB