Kakao Sumbar diekspor ke Amerika dan Eropa
Selasa, 27 Februari 2018 16:25 WIB
Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumatera Barat, Irman. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Harga jual kakao di Sumatera Barat pada lima tahun terakhir cenderung stabil berkisar Rp20.000 hingga Rp27.000 per kilogram, kata Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) provinsi itu, Irman. Komoditas itu diekspor ke Amerika dan Eropa.
"Sejak 2013 harga jual kakao dari masyarakat atau petani ke pedagang pengumpul cenderung stabil," katanya di Padang, Selasa.
Pada 2013 harga komoditas yang memiliki nama latin "theobroma cacao" itu Rp22.000 per kilogram, 2014 Rp27.000 per kilogram, 2015 Rp23.000 per kilogram, 2016 Rp24.000 per kilogram, dan pada 2017 yakni Rp20.000 per kilogram.
Menurutnya jika ada peningkatan harga tidak terlalu signifikan dan begitu pula sebaliknya ketika terjadi penurunan harga kakao. "Untuk 2018 sudah mulai naik dibanding 2017, yakni Rp22.500," ujarnya.
Ia menyebutkan harga tersebut merupakan kakao yang tidak difermentasi. Untuk hasil bumi tersebut yang difermentasi memiliki nilai jual yang berbeda, yakni lebih mahal Rp4.000 dibanding yang biasa.
"Pasar ekspor dari kakao yang merupakan bahan baku cokelat itu adalah Amerika dan Eropa," kata dia.
Ke depan ia berharap pemerintah lebih giat dalam membantu petani atau masyarakat yang memiliki kebun kakao, agar produksi semakin meningkat dan pergerakan ekonomi juga lebih bergairah.
Sementara Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Akhirudin mencatat produksi kakao di Provinsi Sumatera Barat mencapai 66.917 ton per tahun dengan luas tanam 145.735 hektare.
"Kakao ini berbuah sepanjang tahun dan dapat dipanen setiap minggu," katanya.
Menurutnya tanaman kakao dapat tumbuh dimana saja terutama di daerah yang memiliki ketinggian nol hingga 800 meter dari permukaan laut. Prospek pasar kakao cukup luas karena kebutuhan dunia untuk kakao terus meningkat sekitar tiga persen setiap tahunnya.
Kebutuhan biji kakao fermentasi di Indonesia juga tinggi, kata dia, hal itu terlihat sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 30.000 ton biji kakao per tahun.
"Selain itu untuk berkebun kakao tidak membutuhkan lahan yang luas, di pekarangan sekitar rumah juga bisa," kata dia.
"Sejak 2013 harga jual kakao dari masyarakat atau petani ke pedagang pengumpul cenderung stabil," katanya di Padang, Selasa.
Pada 2013 harga komoditas yang memiliki nama latin "theobroma cacao" itu Rp22.000 per kilogram, 2014 Rp27.000 per kilogram, 2015 Rp23.000 per kilogram, 2016 Rp24.000 per kilogram, dan pada 2017 yakni Rp20.000 per kilogram.
Menurutnya jika ada peningkatan harga tidak terlalu signifikan dan begitu pula sebaliknya ketika terjadi penurunan harga kakao. "Untuk 2018 sudah mulai naik dibanding 2017, yakni Rp22.500," ujarnya.
Ia menyebutkan harga tersebut merupakan kakao yang tidak difermentasi. Untuk hasil bumi tersebut yang difermentasi memiliki nilai jual yang berbeda, yakni lebih mahal Rp4.000 dibanding yang biasa.
"Pasar ekspor dari kakao yang merupakan bahan baku cokelat itu adalah Amerika dan Eropa," kata dia.
Ke depan ia berharap pemerintah lebih giat dalam membantu petani atau masyarakat yang memiliki kebun kakao, agar produksi semakin meningkat dan pergerakan ekonomi juga lebih bergairah.
Sementara Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Akhirudin mencatat produksi kakao di Provinsi Sumatera Barat mencapai 66.917 ton per tahun dengan luas tanam 145.735 hektare.
"Kakao ini berbuah sepanjang tahun dan dapat dipanen setiap minggu," katanya.
Menurutnya tanaman kakao dapat tumbuh dimana saja terutama di daerah yang memiliki ketinggian nol hingga 800 meter dari permukaan laut. Prospek pasar kakao cukup luas karena kebutuhan dunia untuk kakao terus meningkat sekitar tiga persen setiap tahunnya.
Kebutuhan biji kakao fermentasi di Indonesia juga tinggi, kata dia, hal itu terlihat sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 30.000 ton biji kakao per tahun.
"Selain itu untuk berkebun kakao tidak membutuhkan lahan yang luas, di pekarangan sekitar rumah juga bisa," kata dia.
Pewarta : Novia Harlina
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wahana Interfood bersiap ekspansi global setelah dapat suntikan dana
29 January 2022 11:06 WIB, 2022
Bunga bangkai setinggi empat meter ditemukan tumbuh di kebun kakao warga Agam
04 November 2021 9:16 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (16/02/2025) hari ini tak bergerak
16 February 2026 8:40 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB