Stok bansos rastra Sumbar 9.000 ton, bisa sampai April
Kamis, 22 Februari 2018 17:55 WIB
Persediaan beras Bulog. (ANTARA FOTO)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Perum Bulog Divre Sumatra Barat (Sumbar) menjamin stok Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) untuk daerah itu aman hingga April 2018.
"Saat ini stok bansos rastra Sumbar ada 9.000 ton, jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan hingga April mendatang," Kata Kepala Bulog Sumbar Suharto Djabar, di Padang, Kamis.
Ia menyebutkan kebutuhan bansos rastra di Sumbar dalam satu bulan adalah 2.300 ton.
Pihak Bulog menargetkan penyaluran beras untuk Maret akan dilakukan pada awal bulan.
Saat ditanyai tentang penyaluran pada Januari dan Februari, Suharto membenarkan belum tersalur 100 persen.
"Kalau di persentase penyaluran Januari dan Februari baru 60-70 persen, ditargetkan pada akhir Februari ini selesai 100 persen," katanya.
Salah satu kendala yang ditemukan dalam penyaluran, katanya adanya ketidaksesuaian data antara Surat Perintah Penyaluran (SPP) dari Kementerian Sosial, dengan data di penerima di daerah.
"Kami melakukan penyaluran berdasarkan SPP dari kementerian, tapi saat diverifikasi di kabupaten dan kota ada penerima yang tidak terdapat dalam SPP," katanya.
Beberapa ketidaksinkronan itu ditemukan di Pasaman, Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Agam.
Terkait hal itu pihaknya mengambil solusi untuk tetap melakukan penyaluran sesuai SPP yang diterima.
Sedangkan nama warga yang berlum tercantum dalam SPP, disarankan untuk diusulkan ke kementerian untuk penerbitan SPP tambahan.
"Pengusulannya mulai dari tingkat kecamatan, kemudian dinas sosial kabupaten atau kota, dinas sosial provinsi, lalu ke kementerian sosial. Jika usulan itu diterima, maka akan terbit tambahan SPP kepada Bulog," katanya.
Karena kembali lagi, lanjutnya, Bulog tidak dapat melakukan penyaluran bagi nama yang tidak terdapat dalam SPP Kementerian Sosial.
Pada bagian lain, dengan perubahan nama rastra menjadi Bansos Rastra pada 2018, maka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekarang gratis untuk megambil beras itu.
"Pada 2017 kan membayar beras Rp1.600 per kilogram, sekarang karena namanya berubah jadi Bansos, tidak ada lagi biaya," katanya.
Berdasarkan data Bulog, jumlah penerima bansos rastra Sumbar sebanyak 220.388 KPM. (*)
"Saat ini stok bansos rastra Sumbar ada 9.000 ton, jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan hingga April mendatang," Kata Kepala Bulog Sumbar Suharto Djabar, di Padang, Kamis.
Ia menyebutkan kebutuhan bansos rastra di Sumbar dalam satu bulan adalah 2.300 ton.
Pihak Bulog menargetkan penyaluran beras untuk Maret akan dilakukan pada awal bulan.
Saat ditanyai tentang penyaluran pada Januari dan Februari, Suharto membenarkan belum tersalur 100 persen.
"Kalau di persentase penyaluran Januari dan Februari baru 60-70 persen, ditargetkan pada akhir Februari ini selesai 100 persen," katanya.
Salah satu kendala yang ditemukan dalam penyaluran, katanya adanya ketidaksesuaian data antara Surat Perintah Penyaluran (SPP) dari Kementerian Sosial, dengan data di penerima di daerah.
"Kami melakukan penyaluran berdasarkan SPP dari kementerian, tapi saat diverifikasi di kabupaten dan kota ada penerima yang tidak terdapat dalam SPP," katanya.
Beberapa ketidaksinkronan itu ditemukan di Pasaman, Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Agam.
Terkait hal itu pihaknya mengambil solusi untuk tetap melakukan penyaluran sesuai SPP yang diterima.
Sedangkan nama warga yang berlum tercantum dalam SPP, disarankan untuk diusulkan ke kementerian untuk penerbitan SPP tambahan.
"Pengusulannya mulai dari tingkat kecamatan, kemudian dinas sosial kabupaten atau kota, dinas sosial provinsi, lalu ke kementerian sosial. Jika usulan itu diterima, maka akan terbit tambahan SPP kepada Bulog," katanya.
Karena kembali lagi, lanjutnya, Bulog tidak dapat melakukan penyaluran bagi nama yang tidak terdapat dalam SPP Kementerian Sosial.
Pada bagian lain, dengan perubahan nama rastra menjadi Bansos Rastra pada 2018, maka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekarang gratis untuk megambil beras itu.
"Pada 2017 kan membayar beras Rp1.600 per kilogram, sekarang karena namanya berubah jadi Bansos, tidak ada lagi biaya," katanya.
Berdasarkan data Bulog, jumlah penerima bansos rastra Sumbar sebanyak 220.388 KPM. (*)
Pewarta : Fathul Abdi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB