Padang, (Antaranews Sumbar) - Perum Bulog Divre Sumatra Barat (Sumbar) menjamin stok Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) untuk daerah itu aman hingga April 2018.

"Saat ini stok bansos rastra Sumbar ada 9.000 ton, jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan hingga April mendatang," Kata Kepala Bulog Sumbar Suharto Djabar, di Padang, Kamis.

Ia menyebutkan kebutuhan bansos rastra di Sumbar dalam satu bulan adalah 2.300 ton.

Pihak Bulog menargetkan penyaluran beras untuk Maret akan dilakukan pada awal bulan.

Saat ditanyai tentang penyaluran pada Januari dan Februari, Suharto membenarkan belum tersalur 100 persen.

"Kalau di persentase penyaluran Januari dan Februari baru 60-70 persen, ditargetkan pada akhir Februari ini selesai 100 persen," katanya.

Salah satu kendala yang ditemukan dalam penyaluran, katanya adanya ketidaksesuaian data antara Surat Perintah Penyaluran (SPP) dari Kementerian Sosial, dengan data di penerima di daerah.

"Kami melakukan penyaluran berdasarkan SPP dari kementerian, tapi saat diverifikasi di kabupaten dan kota ada penerima yang tidak terdapat dalam SPP," katanya.

Beberapa ketidaksinkronan itu ditemukan di Pasaman, Limapuluh Kota, Dharmasraya, dan Agam.

Terkait hal itu pihaknya mengambil solusi untuk tetap melakukan penyaluran sesuai SPP yang diterima.

Sedangkan nama warga yang berlum tercantum dalam SPP, disarankan untuk diusulkan ke kementerian untuk penerbitan SPP tambahan.

"Pengusulannya mulai dari tingkat kecamatan, kemudian dinas sosial kabupaten atau kota, dinas sosial provinsi, lalu ke kementerian sosial. Jika usulan itu diterima, maka akan terbit tambahan SPP kepada Bulog," katanya.

Karena kembali lagi, lanjutnya, Bulog tidak dapat melakukan penyaluran bagi nama yang tidak terdapat dalam SPP Kementerian Sosial.

Pada bagian lain, dengan perubahan nama rastra menjadi Bansos Rastra pada 2018, maka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekarang gratis untuk megambil beras itu.

"Pada 2017 kan membayar beras Rp1.600 per kilogram, sekarang karena namanya berubah jadi Bansos, tidak ada lagi biaya," katanya.

Berdasarkan data Bulog, jumlah penerima bansos rastra Sumbar sebanyak 220.388 KPM. (*)