Padang, (Antara Sumbar) - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengatakan lembaganya segera menyiapkan dua aksi nasional untuk memberantas obat dan makanan ilegal.

"Kedua aksi itu adalah aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat dan aksi Gerakan Masyarakat Sehat Sadar Pangan (Germas Sapa)," kata Penny saat memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand) Padang, Jumat.

Dia menyebutkan kedua aksi tersebut telah disiapkan sejak tiga bulan lalu, dan bila tidak ada halangan aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat akan diluncurkan di Kalimantan Selatan pada September 2017.

"Aksi ini melibatkan lintas sektoral," kata Penny.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah menyelidiki peredaran obat ilegal di tengah masyarakat dari hulu ke hilir dengan melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaan.

Menurut Penny aksi ini penting secepatnya dilaksanakan mengingat banyaknya temuan penyalahgunaan obat secara massal di daerah seperti di Kalimantan Selatan dan Bima.

Di samping itu, adanya kasus selebritis yang tertangkap akibat penyalahgunaan obat menjadikan permasalahan ini menjadi lebih besar.

Sementara itu aksi nasional Germas Sapa akan diluncurkan pada Oktober 2017.

Aksi nasional ini, kata dia, terkait penyaluran informasi, komunikasi dan edukasi berkaitan kepengawasan obat dan makanan kepada masyarakat.

Nantinya akan ada penguatan hubungan dengan berbagai komunitas mulai dari PKK, Pramuka tingkat pusat hingga desa dan kelurahan, kata Penny.

Gerakan ini bertujuan mengenalkan makanan sehat, legal dan layak sekaligus mengupayakan pemberantasan bersama makanan yang ilegal dan palsu.

"Diharapkan seluruh instansi dan masyarakat mendukung kedua aksi ini dan bersama berhasil memberantas obat dan makanan ilegal," kata dia. (*)


Pewarta : Admin
Editor :
Copyright © ANTARA 2024