Arosuka, (Antara Sumbar) - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, membangun Taman Sains Pertanian seluas 100 hektare untuk digunakan sebagai pusat pelatihan bagi petani, penyuluh pertanian, dan mahasiswa di daerah itu.


"Taman Sains Pertanian ini akan diisi tanaman hortikultura khususnya cabai dan jenis bawang yang menjadi komoditas politik," kata staf Bagian Informasi dan Publikasi BPTP Sumbar, Heru Rahmoyo Erlangga di Arosuka, Rabu.


Ia menjelaskan tanaman cabai dan bawang disebut sebagai komoditas politik karena dua jenis tanaman ini sangat mempengaruhi harga komoditi lainnya. 


Biasanya setiap tahun apalagi menjelang lebaran selalu ada kenaikan harga cabai dan bawang yang mempengaruhi harga barang kebutuhan lainnya.


Maka Taman Sains Pertanian ini dapat menjadi sarana pelatihan bagi petani untuk meningkatkan produksi, dana sarana belajar bagi mahasiswa dan para penyuluh pertanian di daerah ini.


Selain tanaman jenis cabai dan barang Taman Sains Pertanian ini juga akan ditanami jenis sayur-sayuran organik seperti sawi hijau dan selada.


Di Taman Sains Pertanian ini petani akan dilatih dan dibina bagaimana menerapkan sistem pertanian organik, mulai dari tata kelola tanaman yang baik, proses budidaya yang tepat, mengatasi hama, membuat pestisida nabati, dan pupuk dari kotoran ternak.


Pembuatan pestisida nabati dapat dilakukan dari daun sirsak, tembakau, merica dan sebagainya. Penyemprotannya dilakukan sebelum tanaman terjangkit hama.


Kemudian di Taman Sains Pertanian ini nantinya juga akan mengintegrasikan antara pertanian dengan hewan ternak. 


Dimana kotoran hewan ternak seperti kambing dan sapi dapat dijadikan pupuk, dan sisa-sisa tanaman serta penyiangan rumput dapat dijadikan pakan ternak.


Ia mengatakan masyarakat yang belajar di situ juga akan dilatih cara pengolahan hasil tanaman panen secara sederhana seperti cara pengeringan cabai yang baik.


"Taman Sains Pertanian ini juga nantinya dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa yang ingin belajar tumbuhan," kata dia.


Salah satu alasan pendirian Taman Sains Pertanian ini karena daerah Alahan Panjang Kabupaten Solok telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian sebagai sentra bawang merah Sumatera pada Oktober 2016. 


Maka untuk menstabilkan harga bawang merah dan cabai, petani perlu dilatih secara maksimal agar tidak menanam bawang merah dan cabai secara musiman.


Sebab ketika harga anjlok petani biasanya mengganti tanaman. Diharapkan setelah pelatihan petani akan tetap menanam cabai dan bawang terus menerus.


Tahun ini BPTP juga bekerja sama dengan organisasi wanita seperti PKK, Muslimat NU, Bhayangkari dll dalam gerakan tanam cabai dengan membagikan  bibit cabai sebanyak 10 batang setiap KK.


Program gerakan tanam cabai ini merupakan program Kementrian yang nota kesepahaman ditandatangani dengan PKK Provinsi. Ada 100.000 batang bibit cabai yang siap didistribusikan ke 18 kabupaten dan kota di Sumbar, katanya. (*)


Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026