Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh bantuan dua unit rumah burung hantu dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, guna melindungi satwa yang sangat berguna sebagai predator bagi hama tikus. Koordinator Pengamat Hama Kabupaten Agam, Asmardi M di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan dua unit rumah burung hantu ini akan dipasang di lahan milik Kelompok Tani Barek Sapiku dan Kelompok Tani Banda Kapeh, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya. "Lokasi pemasangan rumah burung hantu itu berada di sekitar pohon agar burung tersebut nyaman dan dapat berkembang biak di sana," katanya. Agar burung hantu menetap di lokasi tersebut, pihaknya akan memancing dengan tikus beberapa ekor. Setelah itu burung hantu tersebut biasanya akan menetap untuk selamanya di lokasi yang telah disediakan itu, asalkan tidak diganggu oleh warga setempat. "Kita juga melibatkan kelompok tani untuk memantau aktivitas burung hantu tersebut. Di Nagari Koto Kaciak telah memiliki Peraturan Nagari (Perna) tentang pelestarian burung hantu," katanya. Pelestarian burung hantu bertujuan untuk mengatasi perkembangan hama tikus pada lahan pertanian di daerah itu, karena Kecamatan Tanjung Raya merupakan daerah kronis endemis tikus, sehingga hama tikus hampir tiap tahun menyerang lahan pertanian di kecamatan itu. Dengan kondisi ini, Pemkab Agam menganggarkan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan burung hantu. Burung hantu itu dikembangkan di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Palembayan dan Ampek Koto. Saat ini populasi burung hantu di empat kecamatan ini sudah mencapai ribuan ekor. Dengan meningkatnya populasi burung hantu itu, diharapkan hama tikus tidak lagi menyerang lahan pertanian mereka. "Burung hantu ini merupakan salah satu musuh alami dari hama tikus yang menyerang padi milik petani," tambahnya. Kepala Bagian Iklim dan Dampak Perubahan Iklim BPTPH Sumbar, Mufridawati menambahkan, pada 2017 BPTPH Sumbar melakukan pengadaan sebanyak 10 unit rumah burung hantu. Ke 10 unit rumah burung hantu itu diserahkan ke Kabupaten Agam sebanyak dua unit, Pasaman Barat dua unit, Pesisir Selatan dua unit dan Padang Pariaman dua unit. "Kita telah dua kali menyerahkan bantuan rumah burung hantu ke Kabupaten Agam, karena pada 2015 BPTPH Sumbar juga membantu empat unit rumah burung hantu. Kita juga memberikan pelatihan penangkaran burung hantu kepada petani," katanya. Ia menambahkan, BPTPH Sumbar menargetkan akan menjadikan Nagari Koto Kaciak sebagai agro wisata burung hantu. Untuk mencapai ini, Pemkab Agam mendukung dengan mengalokasikan dana pada APBD agar target ini tercapai nantinya. (*)
Pemkab Agam Peroleh Bantuan Dua Rumah Burung Hantu
Kamis, 6 April 2017 18:58 WIB
Kepala Bagian Iklim dan Dampak Perubahan Iklim BPTPH Sumbar, Mufridawati menyerahkan bantuan rumah burung hantu kepada Sekretaris Nagari Koto Kaciak, Desnayati (Yusrizal/ Antara Sumbar)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nagari Lasi Agam resmikan larangan perburuan burung di sekitar Gunung Marapi
19 October 2025 18:05 WIB
BKSDA Sumbar lakukan pengawasan peredaran satwa dilindungi di Agam (Video)
26 September 2025 14:53 WIB
Peringatan tabrakan burung dikeluarkan sesaat sebelum Jeju Air jatuh
29 December 2024 18:47 WIB, 2024
Peringati HSP Ke-96, Pemko Padang Gelar Kontes Batu Akik, Pameran Bonsai dan Lomba Burung Balam
03 November 2024 4:49 WIB, 2024