Sebagian daerah memanfaatkan peluang program pengembangan pariwisata alam, sejarah, budaya dan religi untuk dikemas lebih baik. Dharmasraya yang merupakan salah satu daerah otonom dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, mulai memfokuskan pengembangan wisata sejarah peninggalan masa kerajaan Adityawarna yang berkuasa ratusan tahun lalu. Daerah yang berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Riau itu, kini fokus memoles kawasan obyek wisata Komplek Padang Raco dan Padang Sawah. Di sana terdapat kawasan percandian peninggalan pusat pemerintahan Kerajaan Malayu di Sumatera Barat saat Raja Adityawarman. Salah satu peninggalan kerajaan itu, adalah patung Arca Bhairawa yang saat ini justru terletak di Museum Nasional di Jakarta, bukan di daerah asalnya Dharmasraya. Dalam catatan sejarah Arca Bhairawa adalah patung batu raksasa dan kini menjadi salah satu koleksi pameran utama di Museum Nasional Indonesia. Jelas tidak mungkin untuk dibawa kembali ke kabupaten pemekaran itu. Deskripsi arca patung batu raksasa itu berukuran berat sekitar 4 ton dan tinggi 4,41 meter yang terbuat dari batu andesit. Karenanya duplikat Arca Bhairawa menjadi keinginan pemerintah Kabupaten Dharmasraya, karena dengan harapan dapat menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara ke daerah itu. Jika nanti dapat diwujudkan, tentu kawasan percandian itu selain menjadi obyek wisata dan juga akan menjadi studi kultur bagi para pencinta arkeologi dan generasi mendatang semakin tahu. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan pembenahan komplek percandian Padang Roco sebagai program dinas pariwisata setempat. Untuk itu, berbagai pembenahan seperti pemulusan jalan masuk, perbaikan infrastruktur seperti toilet, jalan setapak dan taman. "Selain pendidikan, pariwisata juga menjadi program kita. Candi Padang Roco menjadi salah satunya. Karena memang Dharmasraya dengan Candi Padang Roco sudah menjadi sorotan dunia," sebutnya. Desainnya membentuk komplek seperti dulu kala, maka salah satunya dengan mengembalikan patung Arca Bhairawa yang saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Namun, karena hal itu dinilai tidak mungkin, maka wakil gubernur Sumatera Barat menyarankan untuk membuat duplikatnya. Yang di museum nasional tentu tidak bisa dikembalikan, namun untuk menempatkan Arca Bhairawa kembali ke sini membuat duplikasinya. Apalagi pematung yang terkenal di Jogyakarta adalah Putra Minang. Jadi tidak ada masalah, ungkapnya. "Dari dulu memang kita mau duplikat Arca Bhairawa. Untuk itu Pemkab, Pemprov Sumbar dan Kementerian akan bekerjasama. Mudah-mudahan dengan ini Candi Padang Roco akan makin dikenal dan menjadi destinasi Keseriusan Pemprov Sumbar dan Pemkab Dharmasraya maka dilakukan kunjungan baru-baru ini oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dengan sejumlah pejabat terkait didampingi Bupati Sutan Riska. Pemugaran demi pemugaran untuk mendapatkan bentuk dan jumlah peninggalan candi yang lengkap terus diupayakan. Di titik candi yang terletak di Pulau Sawah yakni sebelah Barat Padang Roco, kini tengah di pugar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan tim sudah bekerja, fokusnya sudah ada dan mudah-mudahan ditemukan situs yang baru. Situs ataupun cagar budaya yang ada di Dharmasraya memang perlu dibuka dan diperkenalkan pada publik. Pasalnya, dia tidak ingin wisata situs ataupun peninggalan kuno hanya terlelak di Tanah Datar saja. Apalagi, situs di Dharmasraya jauh lebih tua. "Kita tidak mau kiblat wisata budaya hanya di Tanah Datar saja. Sementara di Dharmasraya juga sangat banyak. Pemerintahan provinsi akan bantu, bagaimana mempromosikan sehingga Komplek Percandian Padang Roco dapat dikenal sehingga menjadi destinasi di Sumbar," ujarnya. Wagub dalam kesempatan itu juga, memerintahkan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Sumatera Barat agar memasukkan candi Padang Roco dalam kalender wisata Sumatera Barat. "Kadis Pariwisata, tolong ini Padang Roco dimasukkan dalam kalender wisata Sumbar dan tolong juga ini dipromosikan," tegas mantan bupati Pesisir Selatan dua periode itu. Dia melihat apa yang telah dilakukan pimpinan daerah telah baik, hal itu dilihat dari pembenahan jalan masuk yang sudah sangat baik. Untuk wisata sudah layak, jalannya bagus dan tinggal lagi bagaimana proses pemugaran dan penjagaan kalau bisa tak boleh diinjak, takutnya bisa rusak, katanya.
wisata sejarah yang baik di Sumbar," katanya.
Menanti Kembalinya Patung "Arca Bhairawa" ke Dharmasraya
Patung Archa Bhairawa di Museum Nasional Jakarta
Patung Archa Bhairawa di Museum Nasional Jakarta
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah terus menggerakan sektor pariwisata sebagai salah satu pendongkrak perekonomian sehingga daerah berpeluang untuk mengemas potensi unggulan di wilayah masing-masing. Secara nasional pemerintah sampai 2019 menargetkan sebanyak 20 juta pengunjung mancanegara.