Menristekdikti : Penerima KIP Langsung Dapat Bidik Misi
Sabtu, 22 Oktober 2016 13:54 WIB
Banda Aceh, (Antara Sumbar) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan langsung mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa miskin berprestasi atau Bidikmisi.
"Kami akan langsung berikan beasiswa Bidikmisi bagi penerima KIP," ujar Nasir di Banda Aceh, Sabtu.
Beasiswa itu langsung diberikan jika penerima KIP tersebut lulus jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hal tersebut, lanjut dia, sudah berlangsung mulai tahun ini. Para penerima KIP yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta langsung menerima Bidikmisi.
"Tanpa perlu diversifikasi terlebih dahulu, mereka langsung dapat Bidikmisi."
Nasir menjelaskan sebanyak 78 persen penerima Bidikmisi merupakan lulusan terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.0 hingga 4.0.
Para penerima Bidikmisi, lanjut Nasir, merupakan anak-anak berprestasi namun secara ekonomi lemah.
Pada pertemuan dengan para penerima Bidikmisi di Aceh misalnya, para penerima beasiswa mendapatkan IPK yang cukup tinggi.
Selain itu, besar kemungkinan anak-anak penerima Bidikmisi itu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Seperti Syafina, mahasiswi semester tiga program studi matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala yang mendapatkan IPK 3,92.
Syafina berharap pemerintah bisa mengurangi jurang pendidikan di kota dan di desa.
"Anak-anak di kota semakin maju, sementara anak-anak di desa tidak," kata Syafina.
Penerima Bidikmisi dari Universitas Teuku Umar, Abdul Rahman Badawi, juga mendapatkan IPK 4,0.
Abdul berharap semakin banyak anak-anak yang kurang mampu dibiayai pemerintah ke jenjang pendidikan tinggi. (*)
"Kami akan langsung berikan beasiswa Bidikmisi bagi penerima KIP," ujar Nasir di Banda Aceh, Sabtu.
Beasiswa itu langsung diberikan jika penerima KIP tersebut lulus jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hal tersebut, lanjut dia, sudah berlangsung mulai tahun ini. Para penerima KIP yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta langsung menerima Bidikmisi.
"Tanpa perlu diversifikasi terlebih dahulu, mereka langsung dapat Bidikmisi."
Nasir menjelaskan sebanyak 78 persen penerima Bidikmisi merupakan lulusan terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.0 hingga 4.0.
Para penerima Bidikmisi, lanjut Nasir, merupakan anak-anak berprestasi namun secara ekonomi lemah.
Pada pertemuan dengan para penerima Bidikmisi di Aceh misalnya, para penerima beasiswa mendapatkan IPK yang cukup tinggi.
Selain itu, besar kemungkinan anak-anak penerima Bidikmisi itu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Seperti Syafina, mahasiswi semester tiga program studi matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala yang mendapatkan IPK 3,92.
Syafina berharap pemerintah bisa mengurangi jurang pendidikan di kota dan di desa.
"Anak-anak di kota semakin maju, sementara anak-anak di desa tidak," kata Syafina.
Penerima Bidikmisi dari Universitas Teuku Umar, Abdul Rahman Badawi, juga mendapatkan IPK 4,0.
Abdul berharap semakin banyak anak-anak yang kurang mampu dibiayai pemerintah ke jenjang pendidikan tinggi. (*)
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa di Mosul Irak Berjuang Lanjutkan Pendidikan di Tengah Ancaman IS
06 January 2018 9:33 WIB, 2018
Tempatkan Instruktur Pejabat, Pemkab "Keroyok" Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
30 December 2017 10:41 WIB, 2017
Sekda Agam Panggil Kepala SMKN2 Terkait Penerapan Sanksi Ujian di Lapangan
07 December 2017 21:08 WIB, 2017
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Siswa di Mosul Irak Berjuang Lanjutkan Pendidikan di Tengah Ancaman IS
06 January 2018 9:33 WIB, 2018
Tempatkan Instruktur Pejabat, Pemkab "Keroyok" Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
30 December 2017 10:41 WIB, 2017
Wagub Tegaskan Sumbangan Tidak Boleh Jadi Kendala Ujian, Jangan Sampai Kasus Agam Terulang
06 December 2017 20:15 WIB, 2017