Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat mengatakan irigasi yang dibangun di Nagari Simarasok, Kabupaten Agam mampu mengaliri air untuk 1000 hektare sawah.
"Irigasi Simarasok ini dibuat dengan teknologi pemasangan pipa yang pertama di Sumbar," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sungai, Pantai dan Konservasi Dinas PSDA Sumbar Safril Daus ketika meninjau langsung ke Nagari Simarasok, Rabu.
Konstruksi irigasi ini, katanya dengan membangun bak penampungan air yang akan disalurkan oleh pipa sepanjang 2.300 meter dengan diameter 60 centimeter.
Debit air maksimal, ujarnya yang dapat dialirkan pipa ialah sebanyak 100 liter per detik.
Kemudian, katanya pipa tersebut ditanam ke dalam tanah, dan di atasnya di buat saluran air dari bak penampung untuk mengalirkan air ke sawah petani sehingga tidak membutuhkan pembebasan lahan yang banyak.
Teknik irigasi menggunakan pipa ini, ucapnya, salah satu kelebihannya yakni air yang mengalir dari sumbernya tidak hilang dan sepenuhnya masuk ke bak penampungan.
"Persentase hilangnya air itu sangat kecil sekali," kata dia.
Untuk daerah lain, katanya juga perlu diterapkan metode seperti ini agar lebih efektif dan tingkat produktifitas bidang pertanian dapat meningkat.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Agam, Leonardi Hurmainy yang turut andil dalam pembangunan irigasi tersebut mengatakan masyarakat sangat terbantu dengan adanya fasilitas itu.
"Kita berharap masyarakat dapat menjaga irigasi ini agar terus dapat digunakan hingga jangka waktu yang lama," kata Leo yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Ia mengemukakan irigasi itu dibangun pada tahun 2012 dan selesai pada tahun 2014, sejak itu masyarakat sangat merasakan manfaat dan dampak positifnya. (*)