Sijunjung (Antara) Warga jorong Batu Balang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, sempar gempar setelah mengetahui Ketua Komite SDN 25 bernama Safarudin (58) tewas tergantung dengan seutas tali yang melilit dilehernya.

Jasadnya pertama kali ditemukan oleh salah seorang anaknya yang bernama Al-Ghazali (35) dengan posisi sudah tergantung di dekat pintu dapur rumah korban pada pukul 07.30 Wib. Melihat ayahnya tergantung, ia langsung histeris dan memberitahu warga sekitar pada Senin (10/10) pagi.

Mendengar kejadian tersebut membuat warga gempar dan berdatangan ke rumah korban, setelah memastikan kejadian, kemudian masyarakat menghubungi nomor sentral pelayanan Polsek Koto VII. Tak lama berselang petugas pun berdatangan ke lokasi kejadian, kemudian menurunkan jasad korban yang tengah tergantung di dalam rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lokasi, pada malam sebelumnya korban hanya sendirian dirumah, lantaran istri korban sudah meninggal satu tahun yang lalu. Korban memiliki tiga orang anak dan dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sosok yang suka bergurau, dalam keseharian korban menjalani profesi sebagai pengusaha dan dikenal oleh warga seorang pembisnis.

Diketahui pada malam sebelumnya, korban sempat pergi kerumah anak perempuannya yang bernama Dini (30) yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Disana korban sempat berdebat dengan anaknya lantaran korban mengajukan permintaan untuk membeli sebuah mobil dengan merek Avanza, namun permintaan korban tak terpenuhi oleh sang anak.

Sekitar pukul 21.00 Wib korban kembali pulang kerumahnya dengan suasana hati yang kurang baik. Pada pagi harinya, korban sudah ditemukan dengan posisi tubuh tergantung dengan tali melilit leher. Kematian korban sontak membuat masyarakat terkejut, karena tak ada yang menyangka kalau korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Ternyata korban adalah seorang tokoh masyarakat dan orang yang berpengaruh, saat dilokasi kejadian terlihat banyak kerumunan para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Koto VII, sempat dimintai keterangan Kepala SD Negeri 25 Limo Koto, Iswandi, S.Pd menjelaskan bahwa mendengar berita ini sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa ketua komite sekolahnya gantung bunuh diri.
 
"Saya sangat terkejut dan tidak menyangka, beberapa hari yang lalu sempat ada komunikasi dan tadi malam pun ia sempat meminta izin untuk tidak kesekolah karena ia sedang sakit, sebab Alm ini adalah Ketua Komite di sekolah kami" jelasnya.

Saat dilokasi kejadian, jenazah korban sempat dilakukan visum bagian luar oleh Dokter Susi yang bertugas di Puskesmas Koto VII. "Setelah kita lakukan visum bagian luar terhadap jasad korban, kita tidak menemukan adanya tindakan kekerasan pada tubuh korban, dan kuat dugaan korban murni bunuh diri dengan menggantung dirinya dengan tali," tuturnya.

Kapolres Sijunjung AKBP Dody Pribadi melalui Kapolsek Koto VII AKP Yosy Hendra membenarkan kejadian tersebut. "Setelah kita mendapatkan laporan dari salah seorang warga, kita langsung pergi ke TKP. Menurut informasi yang diperoleh, malam sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara korban dan anaknya terkait permintaan yang diajukan korban," ujarnya.

Setelah dilakukan visum oleh petugas, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah, setelah adanya kesepakatan, korban maka dikembalikan ke pihak keluarga untuk di semayamkan, tambahnya.***

Pewarta : Martius Aciak-Fadhlul
Editor :
Copyright © ANTARA 2024