Polres Temanggung Gelar Lomba Tarik Water Canon
Sabtu, 13 Agustus 2016 15:29 WIB
Temanggung, (Antara Sumbar) - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menggelar lomba menarik truk water canon yang diikuti para polisi, polwan, dan anggota Bhayangkari polres setempat untuk meramaian peringatan HUT Ke-71 Republik Indonesia.
Truk dengan berat sekitar delapan ton tersebut ditarik dengan tambang oleh 10 orang untuk setiap regu pria, sedangkan bagi polwan dan anggota Bhayangkari satu regu terdiri atas 15 orang.
Lomba yang digelar di halaman Asrama Polisi Gemoh tersebut, berlangsung cukup meriah. Masing-masing regu beradu cepat untuk menarik truk dengan jarak sekitar 25 meter.
Meskpun dengan susah payah saat start, masing-masing kelompok akhirnya berhasil menarik truk yang biasanya untuk menghalau massa dengan menyemprotkan air tersebut.
Saat lomba yang berlangsung dalam guyuran hujan tersebut, tidak jarang peserta terjatuh saat menarik truk karena lantai licin.
Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan unik itu selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, juga mempererat dan menjaga kekompakan personel Polres Temanggung.
Ia yang juga ikut menarik truk tersebut, menuturkan untuk dapat menarik kendaraan tersebut perlu kekompakan masing-masing kelompok, terutama saat start yang benar-benar membutuhkan kekuatan penuh dari peserta.
Selain lomba menarik truk, diselenggarakan lomba unik lain, seperti makan kerupuk secara beregu, tarik tambang, balapan dengan bakiak, dan memasukkan pensil secara kelompok.
Seorang peserta lomba menarik truk dari tim polwan, Ambarsari, mengatakan tidak ada persiapan atau latihan dalam mengkuti lomba itu.
"Kesulitan hanya saat pertama menarik, butuh kekompakan dan kekuatan penuh agar truk bisa berjalan," katanya. (*)
Truk dengan berat sekitar delapan ton tersebut ditarik dengan tambang oleh 10 orang untuk setiap regu pria, sedangkan bagi polwan dan anggota Bhayangkari satu regu terdiri atas 15 orang.
Lomba yang digelar di halaman Asrama Polisi Gemoh tersebut, berlangsung cukup meriah. Masing-masing regu beradu cepat untuk menarik truk dengan jarak sekitar 25 meter.
Meskpun dengan susah payah saat start, masing-masing kelompok akhirnya berhasil menarik truk yang biasanya untuk menghalau massa dengan menyemprotkan air tersebut.
Saat lomba yang berlangsung dalam guyuran hujan tersebut, tidak jarang peserta terjatuh saat menarik truk karena lantai licin.
Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan unik itu selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, juga mempererat dan menjaga kekompakan personel Polres Temanggung.
Ia yang juga ikut menarik truk tersebut, menuturkan untuk dapat menarik kendaraan tersebut perlu kekompakan masing-masing kelompok, terutama saat start yang benar-benar membutuhkan kekuatan penuh dari peserta.
Selain lomba menarik truk, diselenggarakan lomba unik lain, seperti makan kerupuk secara beregu, tarik tambang, balapan dengan bakiak, dan memasukkan pensil secara kelompok.
Seorang peserta lomba menarik truk dari tim polwan, Ambarsari, mengatakan tidak ada persiapan atau latihan dalam mengkuti lomba itu.
"Kesulitan hanya saat pertama menarik, butuh kekompakan dan kekuatan penuh agar truk bisa berjalan," katanya. (*)
Pewarta : Heru Suyitno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman : GPM harus berpihak pada masyarakat korban bencana
05 February 2026 17:23 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Cintakan Generasi Cerdas, Masyarakat Pasaman Baru Swadaya Bangun Taman Bacaan-Belajar
21 December 2017 17:05 WIB, 2017