Pariaman, (Antara) - Sebanyak 110 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Pariaman, Sumatera Barat, siap menghadapi Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau "Computer Based Test" (CBT).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Kanderi di Pariaman, Kamis, menyebutkan 110 siswa tersebut telah melakukan tahap percobaan sebanyak dua kali sebelum ujian diselenggarakan.

"Persiapan mental dan teknis para siswa dalam menghadapi ujian sudah kita bekali, dari hasil tes awal tersebut mereka semua siap untuk mengikuti ujian," kata dia.

Ia meneruskan dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut, satu ruangan kelas diisi oleh 20 peserta dengan pembagian tiga tahap waktu ujian setiap harinya.

Untuk satu tahapnya para siswa memiliki durasi waktu sebanyak 120 menit untuk menyelesaikan bidang studi yang diujikan.

"Jarak antara tahap satu dengan tahap dua itu kita sediakan sebanyak 60 menit sekaligus untuk melakukan pendaftaraan atau pengisian data umum peserta, jadi para peserta ujian bisa sedikit tenang dan rileks dalam menghadapi ujian," jelasnya.


Dalam sehari ada tiga tahap pembagian waktu ujian dengan dua ruangan kelas yang disediakan oleh pihak penyelenggara ujian.

Selain mengadakan persiapan kepada para siswa, pihak sekolah juga melakukan tes uji coba kelayakan komputer sebanyak dua kali untuk memastikan semua dalam keadaan baik.

"Kita tidak mau ambil risiko saat ujian berlangsung makanya wajib dilakukan uji kelayakan komputer yang akan difungsikan oleh para siswa," ujarnya.


Setiap kelasnya ada dua tenaga pengawas ujian, pihak sekolah juga menyediakan dua orang tenaga pembantu. Satu orang tenaga operator dan satu tenaga proptor atau yang menangani administrasi.

Terkait hanya baru satu sekolah saja yang mampu melaksanakan ujian berbasis komputer, pihaknya menyebutkan sekolah lain belum siap dari segi sarana dan prasana pendukung.

Selain itu mental para siswa juga belum sepenuhnya mampu untuk melaksanakan ujian berbasi komputer. Namun kedepan pihaknya akan mencoba untuk menerapkan lebih banyak sekolah yang melaksanakan ujian berbasis komputer.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SLTP dan SLTA Disdikpora setempat, Emri Joni, mengatakan untuk siswa SMK sendiri ujian akan dimulai pada Senin 4 hingga 7 April 2016 dengan empat bidang studi yang diujikan.

Empat bidang studi tersebut adalah Bahasa Indoonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan. (*)