Masyarakat keturunan Tionghoa di Kota Padang masih berada dalam suasana Imlek. Saat ritual sembahyang, tak sedikit masyrakat Minangkabau yang datang untuk menyaksikan suasana pergantian tahun baru Ular Air 2564. Ritual yang dilakukan di Kelenteng See Hin Kiong, di jalan Kelenteng, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (9/2) malam juga mengundang perhatian wisataan asing asal Jerman, Elianora Mulyukova. "Suasananya sangat mengesankan, dan ini belum pernah saya temui di negara saya," ujar mahasiswi HAWK University of Applied Sciences and Arts Jerman tersebut. Wanita berusia 21 tahun itu mengaku kagum terhadap keanekaragaman budaya di Kota Padang. Meski beda budaya, masyarakat Minangkabau dapat hidup berdampingan dengan kaum Tionghoa. "Ada terdapat warga Tionghoa di sekitar tempat tinggal saya di Jerman, namun tidak ada kawasan pecinaan, dan tidak ada lilin serta lampion seperti di sini, dan disaksikan masyrakat lain di sekitarnya," katanya menambahkan. Wanita yang baru empat hari berada di Kota Padang ini bahkan tertarik untuk mempelajari budaya Tionghoa setelah melihat tempat peribadatan dan cara umat Buddha bersembahyang. "Ini sangat unik, dan acara malam ini sangat luar biasa," katanya seraya menambahkan dia akan menetap di Padang selama empat bulan. (ril/wij)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024