Lubukbasung, Sumbar, (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Agam Indra Zahir mengatakan, pemerintah setempat harus mempertahankan keberhasilan dalam meraih Trophi Adhikarya Bakti Praja oleh Nagari Simarasok Kecamatan Baso.
"Kita harus mempertahankan ini agar Kabupaten Agam menjadi terkenal di daerah luar," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Kata dia, keberhasilan yang diraih Kenagarian Simarasok ini atas kerjasama masyarakat dengan tokoh dan perantau yang ada diluar.
Menurut dia, selain kerjamasa yang dilakukan oleh masyarakat setempat, juga disebabkan karena program nagari tersebut jelang yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, keunggulan yang dimiliki Simarasok yang masih kental terhadap bidang Agama Islam dan budaya.
Sukses dan kebanggaan itu, menurut mereka justru menjadi bagian penting dalam upaya Pemkab Agam mendorong kemajuan nagari, kemandirian serta komitmen yang terbangun bersama seluruh elemen masyarakat dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Pemkab bersama unsur terkait terus mendorong program pembangunan Simarasok, di antaranya pengembangan kawasan pertanian organik, lumbung pangan rakyat, promosi hasil pertanian organik melalui outlet di berbagai lokasi strategis, pengembangan wisata apotik hidup, serta pemantapan jorong sakinah yang menjadi kekuatan menonjol di nagari ini.
Untuk diketahui, Simarasok merupakan nagari dengan luas 1.789 hektare, posisinya berada di sebelah utara Kabupaten Limapuluh Kota.
Dari Padang, untuk sampai ke nagari tersebut butuh waktu sekitar dua setengah jam, melalui Kota Bukittingi. Dua kilo meter sebelum sampai ke perbatasan Agam dan Limapuluh Kota, tepatnya di jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh, berbelok ke kanan di Simpang Tabekpanjang. Kemudian jalan lurus dari simpang itu.
Nagari ini memiliki areal hutan pinus, persawahan, perkebunan, serta udara yang terasa sejuk. Jalan-jalan utama nagari dan jorong-jorong pun terlihat bersih, dan terdapat apotek hidup di sejumlah titik di sepanjang jalan.
Pekarangan rumah warga tertata rapi dengan berbagai macam tumbuhan.
Rasa kebersamaan juga kuat di tengah masyarakat Simarasok yang berjumlah 6.083 jiwa.
Setiap pekan aktivitas gotong-royong selalu hidup di tiap jorongnya. Laki-laki maupun perempuan bersemangat menjaga lingkungan mereka tetap sehat dan asri.
Kontribusi dalam membangun nagari secara fisik juga tampak. Ketua LPMN Simarasok, Afriyedi Datuak Lubuak Bandaro Nagari Sakinah mencontohkan, tahun 2010 dalam sembilan kegiatan pembangunan, Simarasok hanya mendapat bantuan pemerintah Rp1,2 miliar, dengan swadaya masyarakat nilai pembangunan menjadi Rp3,9 miliar. (ari)