Padang, (ANTARA) - Sakit tak halangi Pasien dirumah sakit untuk menjalani puasa di bulan ramadhan karena niat yang begitu kuat untuk melaksanakan ibadah yang datang sekali dalam setahun. "Dalam setahun, hanya satu bulan penuh kita menjalani ibadah puasa untuk mencari amal sebanyak banyaknya serta mencari pengampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat," ujar pasien yang mengalami sakit usus buntu, fisca firnanda (19) di RSUP M. Djamil Padang pada antara-sumbar.com Rabu (26/8). Ia yang baru dua hari masuk rumah sakit menambahkan, tidak ada larangan dari dokter dan orang tuanya dalam menjalani ibadah puasa. "Dokter mengatakan tidak ada masalah bila berpuasa dengan kondisi dan sakit saya yang seperti ini," tuturnya. Sedangkan, dalam melaksanakan ibadah sholat wajib dan tarawih, hanya dilakukan didalam ruangan ini karena belum boleh bergerak terlalu jauh. Hal yang sama juga dilakukan pasien lainnya, Amelia Fitri (15) yang mengalami sakit gejala tipus. sakit tidak menghalanginya untuk berpuasa. "Walaupun mama mengatakan jangan puasa dulu karena sakit, saya tetap ingin puasa karena tidak ingin banyak puasa yang bolong karena susah menggantinya," tuturnya. Sementara salah satu Dokter Umum, Dr.Andi M. Ihsan mengatakan, bagi pasien yang mengalami penyakit parah seperti lekiumia, stroke, jantung, kecelakaan, luka bakar dan pasien yang siap operasi belum boleh melaksanakan ibadah puasa karena masih memerlukan perawatan yang intensif. (non)