Pontianak, (ANTARA) - Warga etnik Tionghoa yang beragama muslim di Kota Pontianak menjadikan kue cakkue goreng menjadi panganan pilihan untuk berbuka puasa. Salah seorang dari dua penjual cakkue goreng yang masih tersisa di Pontianak mengatakan, "cakkue goreng berasal dari Tionghoa dan kue tersebut berbahan dasar tepung terigu jadi halal apabila dikomsumsi oleh umat mislim," Cakkue dijual dengan harga Rp500 perkue,dan dilengkapi dengan cabe cair untuk menikmati makanan has tionghoa tersebut. Iwan mengatakan lagi, dalam dua jam dirinya bisa mnjual ratusan kue dengan untung yang lumanyan besar dan dalam waktu tiga ia sudah bisa menghabiskan seluruh jualannya. salah seorang Konsumen cakkue Goreng aseng mengatakan, selain enak cakkue merupakan makanan yang sangat menganyangkan. Iwan mengatakan lagi, dirinya sudah berjualan cakkue goreng sejak tahun 2002 sebelumnya dia bekerja dengan penjual cakkue satu-satunya dipontianak dari situlah dia belajar membuat kue tersebut. Afen warga sungai Raya Dalam mengatakan, "sengaja datang dari sungai raya kedepan Korem pontianak hanya Untuk membeli cakkue untuk berbuka puasa. "setiap tahunnya dibulan puasa selalu berjualan dipasar juada yang ada didepan korem pontianak,dan sehari-hari berjualan didepan rumahnya yang ada di jalan Putri Dara Hitam," kata Iwan menambahkan.(*/RAR)

Pewarta : 32
Editor :
Copyright © ANTARA 2026