Mendikbud: Pendidikan Indonesia dalam Kondisi Gawat Darurat
Senin, 1 Desember 2014 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyebut pendidikan saat ini berada dalam kondisi gawat darurat mengacu kepada hasil survei PISA yang menempatkan Indonesia pada rangking 64 dari 65 negara.
"Dalam satu dekade terakhir berdasarkan survei PISA (Programme for International Study Assessment) pendidikan Indonesia jalan di tempat, sementara negara lain sedang bersiap memenangkan pertarungan dunia, kita malah stagnan dan ini adalah tanggung jawab kita, bukan orang lain," kata Anies di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan hal itu saat bersilaturahim dengan sekitar 650 kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia di Aula Ki Hajar Dewantara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut Anies, jika dalam urusan investasi ada masalah, maka para pelaku dunia usaha bisa langsung protes, tapi kalau ada masalah dalam pendidikan anak cucu akan menyesal di kemudian hari.
"Memang tidak ada yang protes hari ini, tapi anak cucu kita akan menengok ke belakang dan bertanya bapak apa yang dulu dikerjakan hingga kami seperti sekarang," kata dia.
Ia mengatakan apa yang ada saat ini ada merupakan produk pendidikan Indonesia di masa lalu dan kita bisa melihat bagaimana hasilnya.
"Oleh sebab itu apa yang dikerjakan oleh jajaran pendidik di Tanah Air hari ini menentukan wajah Indonesia ke depan," kata dia.
Ia menegaskan ini merupakan suatu tantangan yang amat besar bagi seluruh jajaran pendidikan yang ada di Indonesia agar dapat berubah lebih baik.
"Melihat rangking hasil survei PISA, ini harus jadi bahan renungan, kita harus benar-benar berubah," kata dia.
Anies mengatakan fakta ini pahit tapi harus diungkapkan, sebab kalau tidak kita akan terus merasa nyaman, padahal sedang mengalami persoalan yang besar.
"Kita dalam kondisi yang gawat dan harus berubah, jangan saling menyalahkan antara pusat dan daerah, ini adalah tanggung jawab semua dan harus turun tangan menyelesaikannya," kata dia.
Ia mengatakan untuk memperbaikinya harus mengubah banyak hal, minimal kerja serius karena negara lain juga pernah mengalami persoalan yang sama namun berkat kesungguhan bisa keluar dari persoalan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UNP tekankan peran pendidikan non formal jadi jalan alternatif cerdaskan bangsa
05 February 2026 20:59 WIB
Wawako Maigus Nasir : Kelas digital SMP N 32 dukung peningkatkan kualitas pendidikan lewat teknologi
05 February 2026 18:29 WIB
Pemkot Pariaman dan pesantren jalin kerjasama tingkatkan akhlak generasi dan pendidikan Islam
31 January 2026 14:57 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Ikuti peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan yang layak
13 January 2026 16:51 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Siswa di Mosul Irak Berjuang Lanjutkan Pendidikan di Tengah Ancaman IS
06 January 2018 9:33 WIB, 2018
Tempatkan Instruktur Pejabat, Pemkab "Keroyok" Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
30 December 2017 10:41 WIB, 2017
Sekda Agam Panggil Kepala SMKN2 Terkait Penerapan Sanksi Ujian di Lapangan
07 December 2017 21:08 WIB, 2017