Pengamat: Kepala BIN Tidak harus Dari Militer
Rabu, 5 November 2014 18:33 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN).
Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo tidak harus dari kalangan militer atau purnawirawan, kata pengamat kasus pelanggaran hak asasi manusia Hendardi.
"Tidak harus Kepala BIN dari militer atau purnawirawan. Paradigma publik yang menganggap intel kerjanya menangkap dan membunuh orang itu harus diubah," kata Hendardi yang merupakan ketua badan pengurus organisasi pejuang HAM Setara Institute di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan, Kepala BIN sebaiknya tidak bertindak koersif, yang melakukan pekerjaannya dengan mengandalkan tekanan dan paksaan terhadap orang lain.
"Sudah tidak zamannya lagi BIN menangkap-nangkap orang dan menghilangkan orang," kata dia.
Menurutnya, Kepala BIN selanjutnya harus lebih memahami persoalan-persoalan global yang lebih luas.
Hendardi mengatakan, tantangan BIN saat ini ialah kejahatan siber (cyber crime) yang sedang marak terjadi. Selain itu, lanjut dia, Kepala BIN juga harus memiliki pengetahuan di bidang ekonomi global, pasar, dan teknologi.
"Kepala BIN sekarang harus bisa memahami berbagai macam hal yang lebih global, tidak hanya berbagai hal dasar tentang militer," ujar dia.
Hal tersebut, kata dia, dikarenakan Kepala BIN akan menjadi sumber informasi yang sifatnya rahasia untuk presiden. "Yang menjadi 'mata dan telinga' Jokowi harus bukan orang sembarangan," kata dia.
Aktivis pejuang HAM tersebut juga mengungkapkan kemungkinan pemilihan Kepala BIN berasal dari warga sipil. "Ada banyak warga sipil yang memiliki kriteria untuk dicalonkan menjadi Kepala BIN. Warga sipil yang mampu menguasai berbagai bidang," kata Hendardi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
23 jam lalu
Pindah ke provinsi, Sekda Padang Andree Algamar jabat Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar
12 February 2026 19:04 WIB
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Proses pengadaan kendaraan dinas kepala daerah Agam dimulai pada Oktober 2025
09 February 2026 12:50 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB