Jakarta, (Antara) - Kinerja guru perlu ditingkatkan terutama dalam menciptakan ruang kelas yang nyaman, kata pengamat pendidikan Arief Rachman di Jakarta, Jumat. "Guru bertanggung jawab dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Tentunya, guru harus memiliki pengetahuan yang baik agar proses belajar mengajar terlaksana secara maksimal," katanya. Menurut dia, masih banyak pelajar yang datang ke sekolah bukan karena berniat belajar, melainkan karena takut dengan gurunya. Sikap pelajar itu disebabkan ruang kelas tidak nyaman. Guru akan kesulitan menyalurkan pengetahuannya kepada anak didiknya bila situasi di dalam kelas tidak nyaman. "Masih ada kesempatan untuk meningkatkan kualitas guru," ujarnya. Dia mengatakan perkembangan kejiwaan pelajar saat ini berbeda dengan dahulu. Kebanyakan sikap pelajar dipengaruhi kultur dan kebiasaan yang terjadi di lingkungannya. "Cara mengajar pelajar yang memiliki gaya metropolitan dengan pelajar yang tinggal di perkampungan atau desa tentu berbeda," ucapnya. Kondisi itu, kata dia, menuntut guru memiliki pengetahuan kejiwaan yang cukup dalam menghadapi pelajarnya. Selain itu, guru harus penguasai materi, metodelogi terkait proses pembelajaran, serta komunikasi yang baik. "Guru juga harus memiliki ilmu pendidikan dan kekuatan sosial," katanya. Arief mengatakan pemerintah juga harus menantiasa meningkatkan kesejahteraan guru, tidak hanya kesejahteraan guru berstatus pegawai negeri, melainkan guru swasta. Saat ini, lanjutnya, guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri di DKI Jakarta memiliki pendapatan sekitar Rp10 juta per bulan. Guru yang mengajar di sekolah swasta masih ada yang menerima gaji sekitar Rp600.000 per bulan. "Sekolah swasta itu ada yang kelas bintang lima, ada juga yang kelas warteg," katanya. (*/sun)