Jakarta, (Antara) - Sebanyak 391 karateka Perguruan Amura Karate-do mengikuti Kejuaraan Nasional Amura III di GOR Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, 19-21 September 2014
"Ini merupakan program rutin kami dalam rangka pembinaan karateka sekaligus sebagai upaya menambah perbendaharaan atlet bagi Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB Forki)," kata Ketua Umum PP Amura Ucok Marisi di Jakarta, Jumat (19/9).
Kejurnas yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali itu kali ini diikuti oleh 18 pengurus provinsi dan perguruan yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia.
Sayangnya, kali ini provinsi Bali, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah tidak dapat mengirimkan perwakilannya karena terbentur dengan jadwal sekolah.
Ada pun kejuaraan itu digelar untuk kategori usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, junior hingga senior dan dibagi menjadi kelas "kata" (jurus) serta "kumite" (tanding).
"Hadiahnya selain berupa piala dan piagam, khusus grand final akan kami berikan seperti dana pembinaan kepada atlet berprestasi," katanya.
Wakil Ketua Penyelenggara Kejurnas Amura III Agus Suwardi mengatakan kejuaraan yang digelar untuk ketiga kalinya sejak 2010 itu memang digelar guna menyaring bibit karateka unggul yang bisa dibina untuk ajang nasional dan internasional.
"Rencananya 24 karateka terbaik dari semua kategori akan kami kirim ke Jepang untuk mengikuti Ghichin Funakoshi Cup di Tokyo bulan depan. Sementara untuk juara kategori usia dini, pra-pemula dan pemula dari kejuaraan ini akan dikirim ke Piala Mendikbud, November mendatang di Gorontalo," ujarnya.
Karateka yang lahir dari Perguruan Amura dan pernah mempersembahkan emas di SEA Games 1993 itu berharap kejuaraan tersebut bisa menciptakan bibit karate unggul yang bisa menuai prestasi di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PB Forki Lumban Sianipar mendukung kegiatan yang digelar Perguruan Amura.
Diakui Lumban, pembinaan karateka sebenarnya memang lebih banyak dilakukan oleh perguruan. Sementara PB Forki hanya menarik atlet yang sudah berhasil dibina perguruan untuk bisa maju di level nasional dan internasional.
"PB Forki sangat mendukung dan mengharapkan adanya kegiatan seperti ini. Kami sangat mengharapkan kejurnas yang digelar perguruan karena sebenarnya di situlah seleksi atletnya," katanya.
Lumban berharap kejuaraan nasiona yang digelar berbagai perguruan karate bisa terus berlanjut demi melahirkan prestasi karateka yang kemudian bernaung di bawah payung induk olahraga itu. (*/WIJ)