Djokovic Melaju ke Putaran Ketiga di Cincinnati
Rabu, 13 Agustus 2014 14:23 WIB
Cincinnati, (Antara/AFP) - Novak Djokovic kembali memperlihatkan permainan terbaiknya setelah pada pekan lalu tersingkir lebih dini, dengan mengalahkan Gilles Simon 6-3, 4-6, 6-4 untuk mencapai putaran ketiga ATP-WTA Cincinnati Masters pada Selasa (Rabu WIB).
Petenis peringkat satu dunia ini tersingkir pada fase yang sama di Toronto sepakan silam oleh petenis yang kemudian menjadi juara Jo-Wilfried Tsonga.
Namun Djokovic memastikan ia tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali ketika ia memulai untuk memenangi satu-satunya gelar Masters 1000 yang belum ada dalam koleksi gelarnya. Namun ia sempat mendapat ujian dari lawannya yang berasal dari Prancis, yang membuat pertandingan Selasa harus dimainkan sebanyak tiga set.
"Ia tidak akan memberi Anda terlalu banyak unforced error dan angka-angka bebas, maka saya mengetahuinya," kata Djokovic.
"Namun pada akhirnya saya mampu memenanginya, dan itulah yang penting."
Djokovic sempat mendapat service break pada set pembukaan namun ia mampu membalasnya dan menambahi break lainnya untuk memastikan keunggulan.
Pada set kedua, ia dua kali mematahkan service lawan untuk mendapat skor 2-1, namun tidak mampu mempertahankan keunggulan. Break pada kedudukan 4-3 pada set ketiga membuat ia mampu memulihkan keunggulan.
Ia mengakhiri match point keduanya setelah bertanding lebih dari dua jam.
Finalis Cincinnati Masters sebanyak empat kali Djokovic menajamkan rekornya atas petenis Prancis Simon menjadi 8-1. Ia telah bermain di turnamen pra AS Terbuka untuk kesepuluh kalinya.
Pada satu-satunya pertandingan putaran kedua yang dimainkan, juara Australia Terbuka Stan Wawrinka mengalahkan petenis Jerman Benjamin Becker dengan skor 6-3, 7-6 (7/5).
Juara Toronto Tsonga kembali terhempas ke bumi pada pertandingan pembukaannya, di mana ia kalah 1-6, 4-6 dari petenis Rusia Mikhail Youzhny.
Unggulan ke-12 berusia 29 tahun itu mendapat dirinya kembali ke lapangan 48 jam setelah mengalahkan Roger Federer untuk memenangi gelar di Toronto, gelar level Masters 1000 kedua sepanjang kariernya.
Gagal Menemukan Inspirasi
Namun ia gagal menemukan inspirasi seperti yang dimilikinya di Toronto - di mana ia juga mengalahkan Djokovic dan Andy Murray - di mana petenis veteran Youzhny mengambil keuntungan penuh dari kondisi fisik sang juara pekan lalu.
"Itu tidak pernah mudah, Anda harus terbiasa dengan kondisi-kondisi yang ada dengan sangat cepat," kata Tsonga.
"Saya tidak mampu memukul kemarin karena hujan badai."
"Namun itu bukan hal utama. Saya hanya memberi segalanya di atas lapangan, namun saya tidak cukup memilikinya hari ini untuk bersaing di level yang bagus."
"Saya memberi segalanya pekan lalu. Sebelum pertandingan saya percaya bahwa saya mampu bermain di level yang bagus, namun di lapangan saya menyadari bahwa itu mustahil. Dan itulah yang terjadi."
"Saya memberi yang terbaik dan itu berat."
Petenis Latvia Ernests Gulbis memerlukan sepasang tiebreak untuk mengatasi Ivan Dodig dengan skor 7-6 (8/6), 7-6 (7/4).
Unggulan ke-14 asal Kroasia Marin Cilic melaju ke putaran kedua dengan mengalahkan semifinalis Toronro Feliciano Lopez 6-4, 6-4, sedangkan petenis kualifikasi Inggris James Ward mengejutkan petenis Spanyol Guillermo Garcia-Lopez 6-2, 3-6, 6-1.
Petenis Kanada Vasek Pospisil melaju setelah mengalahkan petenis Ceko Radek Stepanek 5-7, 6-1, 7-6 (7/4), sedangkan petenis wildcard Robby Ginepri mengalahkan Dominic Thiem dari Austria dengan skor 6-3, 5-7, 7-5.
Pada kategori putri, unggulan kelima Maria Sharapova mengalahkan petenis AS Madison Keys 6-1, 3-6, 6-3, di mana petenis Rusia itu berganti kostum pada akhir set kedua dan memulai set ketiga dengan lebih segar.
"Saya pikir itulah yang dilakukan pakaian-pakaian kering kepada Anda - mereka membuat Anda menjadi lebih tenang. Itu waktu yang tepat untuk menggantinya (pakaian). Begitu lembab di sini."
Unggulan ke-16 asal Ceko Lucie Safarova mengalahkan finalis Montreal Venus Williams, 6-7 (2/7), 6-3, 6-4. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sadio Manesebut kedisiplinan jadi kunci Senegal melaju ke partai final Piala Afrika 2025
15 January 2026 15:10 WIB