Logo Header Antaranews Sumbar

Pemimpin Chechnya Bantah Kirim Petempur ke Ukraina

Sabtu, 31 Mei 2014 19:13 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/Reuters) - Pemimpin Chechnya yang didukung Kremlin membantah mengirim para petempur untuk mendukung kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina, tetapi mengatakan beberapa orang mungkin ke sana atas kemauan mereka sendiri. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyatakan cemas dengan Moskow pekan ini tentang laporan-laporan para petempur Chechnya dan lainnya memasuki Ukraina dari Rusia untuk bergabung dengan pemberontakan terhadap pemerintah di Kiev. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, yang memerangi pasukan Rusia dalam di Provinsi Kaukasus Utara itu tahun 1990-an, juga membantah keterlibatan warganya tetapi mengatakan ia mengakui ada sejumlah petempur berada di Ukraina. "Kami tidak mengirim mereka. Mereka sama sekali bukan staf kami," katanya dalam satu wawancara yang disiarkan stasiun televisi Rusia Sabtu. "Jika seorang meninggalkan (Rusia) secara sukarela, kami tidak memiliki hak untuk melarangnya.Ini adalah satu keputusannya sendiri." Ia tidak mengesampingkan mengirim para petemprur ke Ukraina. jika perintah itu dikeluarkan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mempunyai hak untuk menggunakan pasukan di Ukraina jika minoritas yang berbahasa Rusia berada dalam bahaya. "Jika ada satu perintah, kami akan melaksanakannya dengan sepenuh hati, karena setiap petempur adalah seorang pembela rakyatnya, tanah airnya," kata Kadyrov. "Jika kita bayangkan ada sekitar 14 petempur Chechnya di Donetsk (Ukraina timur) dan mereka membuat kegemparan seperti itu, apa yang terjadi jika satu batalyon di kirim ke sana?" Badan-badan keamanan Kadyrov dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia seperti penculikan dan penyiksaan di Chechnya yang berpenduduk mayoritas Muslim itu, tetapi para stafnya membantah itu. Kiev menuduh Moskow terlibat dalam pemberontakan bersenjata di wilayah timurnya teyapi Kremlin membantah tuduhan itu. Seorang pemipin pemberontak di Donetsk pekan ini mengatakan sejumlah petempur mereka adalah "para relawan" dari Rusia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026