
Draghi: ECB Waspadai Risiko Deflasi

Sintra, Portugal, (Antara/AFP) - Bank Sentral Eropa tetap "waspada" terhadap bahaya inflasi zona euro di bawah target jangka menengah bank sentral, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada Senin di tengah kekhawatiran luas tentang risiko deflasi. Komentarnya datang dengan latar belakang spekulasi mengenai apakah bank sentral akan mengambil langkah-langkah baru untuk memperlonggar kondisi moneter pada pertemuan mendatang awal Juni. "Saat ini, perkiraan kami adalah bahwa inflasi yang rendah akan berkepanjangan tetapi secara bertahap kembali ke mendekati 2,0 persen," Draghi mengatakan kepada bank sentral yang diselenggarakan oleh ECB di Sintra, Portugal. "Kewajiban kami adalah tetap waspada terhadap risiko-risiko skenario ini yang mungkin muncul dan siap untuk mengambil tindakan jika itu terjadi," kata Draghi. "Apa yang kami harus sangat waspada untuk saat ini adalah, dalam pandangan saya, potensi spiral negatif dari bertahannya inflasi yang rendah, penurunan ekspektasi inflasi dan kredit, terutama di negara-negara yang tertekan," katanya. Inflasi di 18 negara yang berbagi euro saat ini jauh di bawahtarget ECB 2,0 persen, hanya meningkat tipis menjadi 0,7 persen padaApril. Menurut perkiraan terbaru ECB, inflasi kawasan euro diproyeksikanmengalami percepatan menjadi 1,6 persen pada 2016. Tetapi kepala ekonom ECB Peter Praet baru-baru ini menunjukkan bahwa sejak awal tahun inflasi cenderung untuk keluar lebih rendah dari yang diharapkan. Tingkat inflasi yang masih rendah telah meningkatkan spektur deflasi di wilayah mata uang tunggal, fenomena di mana rumah tangga dan dunia usaha menunda pengeluaran dalam mengantisipasi penurunan harga. Pada pertemuan kebijakan di Brussel awal bulan ini, Draghi telah mengatakan Dewan Gubernur ECB merasa "nyaman" dengan gagasan pelonggaran kondisi moneter pada bulan depan. Sementara dewan memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap pada tingkat saat ini 0,25 persen, terendah selama ini untuk bulan ketujuh berturut-turut pada bulan ini, Draghi memberikan petunjuk kuat bahwa pelonggaran lebih lanjut sudah di tangan. Tetapi keputusannya akan bergantung pada perkiraan inflasi terbaru bank sentral sebelum mengambil tindakan nyata. Salah satu argumen kampanye anti-Uni Eropa atau partai-partai nasionalis dalam pemilihan parlemen Eropa pada Minggu adalah bahwa ECB terlalu jauh, terlalu birokratis dan terlalu ketat dengan kebijakan moneternya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
