Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat: Ledakan Bom Kembar Hantam Ibu Kota Pakistan

Sabtu, 24 Mei 2014 11:53 WIB
Image Print

Islamabad, (Antara/AFP) - Serangan-serangan bom kembar mengguncang Ibu kota Pakistan Islamabad Sabtu pagi, melukai dua orang, kata para pejabat. Ledakan pertama terjadi pada sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perbelanjaan kelas atas dekat dengan pusat kota. "Ini belum jelas apakah seorang pembom bunuh diri atau tidak ... Keduanya menyebabkan para penjaga terluka," kata Hafiz Hussain Chaudhry, seorang pejabat senior polisi kepada AFP. TV lokal menunjukkan pecahan kaca yang berserakan di cabang-cabang trotoar. Abdul Majeed, pejabat polisi lainnya, mengatakan kepada AFP melalui telepon, secara terpisah bom meledak di daerah lain Islamabad sekitar setengah jam kemudian, dengan tanpa ada korban yang luka. "Satuan penjinak bom sedang memeriksa situs untuk memastikan sifatledakan kedua," katanya. Serangan-serangan itu adalah serangan pertama terhadap ibu kota sejak satu ledakan merobek seluruh pasar buah dan sayur pada April, menewaskan sedikitnya 22 orang. Insiden Sabtu terjadi setelah tiga hari serangan udara dilakukan oleh pihak militer Pakistan terhadap tempat-tempat persembunyian gerilyawan, yang setidaknya menewaskan 75 orang, dalam pembalasan terhadap serangan pemberontak terhadap para pejuang asing, menurutseorang pejabat keamanan. Sebuah gencatan senjata selama sebulan antara Pakistan dan Taliban, yang mengobarkan pemberontakan selama tujuh tahun, berakhir bulan lalu. Sebelumnya, empat tersangka gerilyawan tewas Jumat saat angkatan bersenjata Pakistan menghantam target Taliban di hari ketiga aksi mereka di daerah suku bergolak dekat perbatasan Afghanistan. Pihak militer menggunakan mortir dan helikopter tempur untuk menggempur diduga tempat persembunyian Taliban di Waziristan Utara, satu dari tujuh distrik suku di mana para pemberontak memiliki benteng-benteng. Operasi Jumat terjadi setelah dua hari pertempuran di daerah itu yang dimulai Rabu dengan serangan udara dan darat, bentrokan yang menewaskan sedikitnya 71 tersangka gerilyawan dan empat personel keamanan. "Pasukan keamanan menembakkan peluru mortir dari benteng Miranshah di dekat daerah kamp Machis, Kharwani dan Sukhail Wazir Jumat pagi, diikuti oleh hantaman yang diduga tempat persembunyian gerilyawan dengan helikopter tempur," kata satu kantor intelijen yang berpangkalan di Miranshah kepada AFP. Miranshah adalah kota utama Waziristan Utara dan kamp Machissatu lingkungan di sepinggirnya pernah menjadi kamp untuk pengungsi Afghanistan, namun sekarang diduga digunakan oleh para gerilyawan. Pejabat itu mengatakan empat tersangka gerilyawan tewas dan kemudian pasukan keamanan melakukan pencarian dari pintu ke pintu, menangkap lima orang lainnya. Kekerasan datang sebagai pukulan bagi perundingan damai antara pemerintah dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang telah membuat banyak kemajuan sejak mereka mulai pada Februari. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026