
Pengamat: Institusi Pendidikan Sulit Sampaikan Ide Perekonomian

Jakarta, (Antara) - Pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan saat ini kelompok akademisi kesulitan menyampaikan landasan ide pembangunan perekonomian bangsa secara institusi kepada calon presiden dan calon wakil presiden, lantaran adanya perbedaan pemikiran. "Kalau secara individu pengamat ekonomi itu lincah, mereka terlihat aktif menawarkan platform perekonomian kepada poros-poros yang ada. Tetapi secara institusi memang sangat kurang," kata Erani dalam Musyawarah Koordinasi Nasional (Mukornas) ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Jakarta, Selasa. Erani yang hadir selaku pembicara dalam Mukornas PPI mengatakan bahwa seringkali para akademisi yang fokus bergerak di bidang ekonomi tidak mampu menyamakan pemikiran secara institusi. Sehingga saat ini ide-ide yang digulirkan akademisi secara institusi sangat minim. Erani memandang secara umum pemimpin Indonesia selanjutnya perlu mengedepankan kemandirian perekonomian bangsa. Namun, kemandirian perekonomian itu hanya dapat diperoleh apabila Indonesia bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal untuk kepentingan bangsa. "Selama ini Indonesia lebih banyak mengandalkan investasi asing termasuk utang luar negeri. Padahal kemandirian ekonomi hanya tercipta apabila ada pemanfaatan sumber daya secara maksimal," kata dia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
