Logo Header Antaranews Sumbar

Bentrokan Bersenjata Terjadi di Dekat Gedung Parlemen Libya

Senin, 19 Mei 2014 07:46 WIB
Image Print

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Kelompok gerilyawan yang dipimpin oleh pensiunan Jenderal Khalifa Haftar melancarkan serangan terhadap parlemen Libya pada Ahad sore (18/5), kata juru bicaranya. Beberapa pria bersenjata yang mengenakan pakaian sipil melepaskan tembakan ke arah gedung parlemen dan belakangan sebagian dari mereka bahkan menerobos memasuki gedung itu untuk mengusir anggota parlemen dari dalamnya, sehingga satu sidang ditangguhkan, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri. Ia mengatakan Batalion 127 bertugas menjaga gedung parlemen dan melepaskan tembakan balasan ke arah pria bersenjata itu. Beberapa kilometer dari tempat tersebut, suara tembakan senjata ringan dan senjat anti-pesawat terdengar, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Tayangan televisi lokal memperlihatkan satu sidang parlemen terpaksa dihentikan. Beberapa saksi mata mengatakan bentrokan bersenjata juga terjadi di beberapa jalan menuju bandar udara Tripoli. Sebagian saksi mata melihat kendaraan yang dilengkapi senjata bergegas menuju pusat kota dan asap tebal membubung dari gedung parlemen. Sementara itu, juru bicara pensiunan Jenderal Khalifa Haftar mengeluarkan satu pernyataan yang mengatakan petempur mereka melancarkan serangan terhadap gedung parlemen untuk membersihkan gerilyawan fanatik. Juru bicara tersebut menambahkan serangan mereka menghadapi perlawanan. Haftar memiliki "tentara nasional" yang diumumkan secara sepihak memasuki kota terbesar kedua di Libya, Benghazi, saat fajar pada Jumat (16/5). Mereka mbom banyak pangkalan gerilyawan fanatik, termasuk Ansar Ash-Sharia dan kompleks Brigade 17 Februari, sehingga menewaskan tak kurang dari 79 orang dan melukai sebanyak 140 orang lagi. Ia menyatakan tindakannya adalah "untuk membersihkan kota tersebut dari pelaku teror" tapi pemerintah sementara mendefisinikan tindakan itu sebagai "kudeta" dan meminta dia menahan diri dan "melawan setiap godaan untuk mengganggu". Pada Sabtu (17/5), Pemerintah Sementara Libya membentuk zona larangan terbang dalam upaya mengekang Angkatan Udara Haftar setelah ia mengancam akan melancarkan serangan udara lagi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026