Logo Header Antaranews Sumbar

Penyelamatan Kebakaran Tambang Turki Ditunda, 299 Tewas

Minggu, 18 Mei 2014 03:27 WIB
Image Print

Soma, Turkey, (Antara/Reuters) - Kebakaran Sabtu merebak di bagian tambang di mana hampir 300 penambang terbunuh di bencana industri terburuk yang pernah terjadi di Turki, menghambat upaya menemukan sampai tiga pekerja tersisa yang diyakini masih di bawah tanah. Menteri energi Turki, Taner Yildiz, mengatakan kepada wartawan, mayat 15 penambang telah diambil semalam, menjadikan kematian mencapai 299, dan sekitar pekerja masih berada di dalam tambang. Mereka tak mungkin masih hidup, empat hari setelah kebakaran awal yang mengirim karbon monoksida mematikan mengalir melalui tambang. Menurut perkembangan sebelumnya, jumlah korban jiwa dalam bencana terburuk tambang batu bara di Turki telah naik jadi 292, setelah delapan mayat lagi ditemukan di Kota Kecil Soma, Turki Barat, kata Menteri Energi Taner Yildiz, Jumat larut malam . Yildiz mengatakan kepada wartawan tim pertolongan sekarang masih berusaha menyelamatkan 10 pekerja lagi yang masih terjebak di bawah tanah. Sebelumnya, ia mengatakan sebagian besar kebakaran di tambang itu yang menghambat upaya pertolongan telah dipadamkan. Jumlah korban jiwa diperkirakan bisa mencapai 300. Menurut menteri, penyebab bencana itu belum diketahui, tetapi ada dugaan kecelakaan disebabkan oleh masalah listrik --yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran. Ia menekankan setiap orang yang lalai di pihak pejabat atau perusahaan yang mengoperasikan tambang tersebut akan dihukum. Namun, operator tambang itu, Soma Komur, membantah tuduhan kelalaian, dan mengatakan mereka semua telah bekerja sangat keras dan tak menyaksikan kecelakaan semacam itu dalam 20 tahun. Bencana tersebut telah memicu protes di seluruh negeri itu terhadap pemerintah dalam tiga hari belakangan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026