
Tiongkok Tegaskan Penyelesaian Damai untuk Ukraina

Beijing, (Antara) -Pemerintah Tiongkok menegaskan penolakannya terhadap campur tangan pihak luar dalam penyelesaian krisis di Ukraina, dan mendorong penyelesaian damai internasionl untuk menyelesaikannya. "Penyelesaian krisis di Ukraina, sangat tergantung pada komitmen pihak-pihak yang bertikai dalam negeri, sehingga masyarakat internasional juga harus menghormatinya," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Cheng Guoping di Beijing, Kamis. Tiongkok mengingatkan pula agar krisis Ukraina dapat diselesaikan atas dasar Konsensus Jenewa pada April silam, antara Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan Ukraina. "Tiongkok memiliki kebijakan yang konsisten terkait penyelesaian krisis di Ukraina, yakni menghormati kedaulatannya dan menolak campur tangan asing di sana. Hak dan kepentingan rakyat Ukraina harus dihormarti," ujarnya menegaskan. Sementara itu, Ukraina merencanakan pemilihan presiden pada 25 Mei yang oleh Rusia disebut sebagai sebuah keputusan "absurd" karena kebuntuan antara militer Ukraina dan kelompok separatis masih berlangsung. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin nampaknya memperlunak pendekatannya terkait pemilihan presiden Ukraina dengan menyebut rencana itu sebagai sebuah langkah tentatif yang sudah berada dalam arah yang benar. "Saya ingin menekankan bahwa rencana pemilihan presiden di Kiev, meski merupakan langkat yang tepat, tidak akan memutuskan apa pun jika tidak seluruh warga Ukraina merasa hak-hak mereka terlindungi setelah pemilihan berlangsung," katanya. Di bagian tenggara Ukraina, warga beretnis Rusia mendominasi wilayah itu. Mereka khawatir pasca-pemilihan presiden 25 Mei mereka akan kehilangan bahasa dan hak-haknya di bawah pemerintahan pro-Barat di Kiev. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
