
2015, Tiongkok Tegaskan Reformasi dan Penegakan Hukum

Beijing, (Antara) - Memasuki Tahun 2015, Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta semua pihak untuk tetap memperkokoh reformasi dan penegakan hukum untuk menjamin hak-hak rakyat. "2014 adalah tahun yang penuh dinamika dan tidak terlupakan baik dinamika di dalam negeri maupun hubungan Tiongkok dengan negara sahabat," katanya, dalam pidato akhir tahun yang disiarkan langsung tiga media resmi pemerintah di Beijing, Rabu malam. Presiden Xi mengibaratkan reformasi di berbagai bidang dan penegakan aturan hukum, merupakan dua sayap seekor burung, yang saling mendukung satu sama lain, sehingga seekor burung dapat terbang tinggi. "Sepanjang 2014 kita telah menetapkan langkah-langkah reformasi di berbagai bidang, disertai penegakan hukum yang berkaitan erat dengan kepentingan rakyat," ujarnya. Tiongkok terus mengadopsi pendekatan baru di sektor ekonomi, menyesuaikan pertumbuhan ekonomi dengan situasi yang ada, untuk lebih meningkatkan pembangunan ekonomi serta sosial masyarakat. Presiden Xi Jinping juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penegakan hukum. "Telah banyak kader dan petinggi negara yang dihukum, berdasar laporan masyarakat melalui media internet. Kepada masyarakat saya berikan dua acungan jempol," katanya. Xi menegaskan, "Pada 2015 kita tetap akan melanjutkan reformasi komprehensif serta penegakan aturan hukum, untuk menjamin kesejahteraan dan hak-hak hukum, rasa keadilan masyarakat,". "Tidak ada jalan kembali, kita harus terus maju mempertegas reformasi dan penegakkan hukum," katanya. Reformasi dan penegakan hukum harus dilakukan sejalan untuk mewujudkan kemakmuran Tiongkok pada 2020. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
