
Hatta: Keputusan Cawapres Tunggu Rakernas PAN

Jakarta, (Antara) - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa memastikan rencana pengajuan dirinya sebagai calon wakil presiden mendampingi Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo akan dilakukan seusai Rakernas PAN yang berlangsung Rabu (14/5). "Sebetulnya arus bawah itu sudah saya rasakan maunya kemana, tapi sebagai partai politik yang memiliki tatanan dan aturan organisasi, keputusan strategis harus diputuskan melalui rakernas," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa. Hatta mengatakan untuk saat ini, dirinya akan melapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kemungkinan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang telah diemban selama lima tahun. "Saya belum berbicara apa-apa soal itu sebelum saya melapor kepada Presiden, karena saya ini Menko Perekonomian, tentu saya harus melapor," kata mantan Menteri Sekretaris Negara ini. Terkait kemungkinan koalisi PAN dengan partai lain selain Gerindra, Hatta mengatakan komunikasi politik selalu dijalankan, dan semua kemungkinan masih dapat terjadi, namun belum ada keputusan baru mengenai hal tersebut. "Karena ini bukan persoalan siapa mendapat apa, apalagi soal menteri. Namun bagaimana negara kita yang sudah mendapatkan kemajuan ini, bisa ditingkatkan lagi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, terkait pengunduran diri tersebut, Hatta telah mengadakan perpisahan dengan para pejabat eselon satu Kementerian Koordinator Perekonomian seusai dilakukan rapat internal antarpimpinan. Menurut salah satu staf ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa, suasana perpisahan berlangsung melankolis dan Hatta tidak memberikan pesan khusus kepada para pejabat eselon satu. "Dia tidak memberi petunjuk spesifik, tapi semua staf tahu bahwa program yang sudah dijalankan selama ini, paling tidak di atas kertas sudah berjalan baik. Itu saja diperjelas dan diperbaiki ke depan," kata Yudhi. Hatta Rajasa menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 22 Oktober 2009, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang waktu itu merangkap sebagai pelaksana tugas serta Menteri Keuangan. Hatta masuk jajaran pemerintahan sejak 2001 dan menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi untuk Kabinet Gotong Royong serta menjadi Menteri Perhubungan pada 2004 dan Menteri Sekretaris Negara pada 2007 untuk Kabinet Indonesia Bersatu. Menurut kabar yang beredar, pengusaha dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang ditinggalkan Hatta, untuk masa efektif kerja hingga Oktober 2014. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
