Logo Header Antaranews Sumbar

Korban Tewas dalam Bentrokan di Yaman Jadi Sembilan

Sabtu, 10 Mei 2014 09:50 WIB
Image Print

Aden, Yaman, (Antara/Xinhua-OANA) - Bentrokan bersenjata meletus antara pasukan keamanan Yaman dan beberapa pria tak dikenal yang bersenjata di dekat Istana Presiden di Ibu Kota Yaman, Sana'a, Jumat malam (9/5), sehingga enam prajurit dan tiga penyerang tewas. "Beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menyerbu satu pos pemeriksaan keamanan untuk menjaga Istana Presiden di Sana'a, sehingga memicu bentrokan bersenjata dengan prajurit di daerah tersebut," kata seorang pejabat keamanan. Para penyerang yang terlatih baik itu melewati barak pasukan keamanan dan berusaha menyerbu Istana Presiden, yang dijaga ketat, tapi gagal, kata pejabat keamanan Yaman tersebut. Warga setempat mengatakan suara baku-tembak dan ledakan masih dapat didengar di seluruh permukiman di sekitar tempat Istana Presiden berada, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Di tempat lain di Sana'a, seorang perwira polisi mengatakan suara ledakan keras terdengar di satu kompleks pemerintah milik pasukan intelijen militer. baku-tembak kemudian terjadi. Masih di Sana'a, satu bom yang dipasang di satu bus meledak, melukai sampai 12 polisi di satu permukiman di bagian timur ibu kota Yaman itu di dekat markas Kedutaan Besar Inggris dan Qatar. Pada Jumat siang, menteri pertahanan Yaman selamat dari satu serangan oleh beberapa pria bersenjata yang diduga sebagai anggota cabang Al Qaida yang berpusat di Yaman, di satu jalan raya yang menghubungkan Provinsi Shabwa dan Abyan --yang bergolak di bagian selatan negeri tersebut. Kementerian Pertahanan Yaman pada Kamis (8/5) menyatakan prajurit militer telah telah mengusir sejumlah gerilyawan Al Qaida dari kubu terakhir mereka di Provinsi Shabwa di bagian tenggara negeri itu setelah dua pekan pertempuran. Pada Kamis malam (8/5), empat tersangka anggota Al Qaida tewas oleh prajurit pasukan khusus elit Yaman di dekat Istana Presiden Yaman di Sana'a, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri kepada Xinhua. "Prajurit pasukan kontra-teror melihat tersangka anggota Al Qaida dan mendesak mereka agar menyerah tapi mereka menolak, sehingga terjadi baku-tembak yang berakhir dengan tewasnya empat di antara mereka di tempat," kata pejabat tersebut, yang tak ingin disebutkan jatidirinya. Baku-tembak itu terjadi di Permukiman Qaydia, Sana'a, di dekat Istana Presiden --yang dijaga ketat, tambah pejabat tersebut. Komandan Al Qaida di Jazirah Arab (AQAP), yang berpusat di Yaman, telah berikrar akan melancarkan serangan balasan. AQAP, yang di Yaman dikenal dengan naman Anshar Ash-Shariah, muncul pada Januari 2009. Organisasi tersebut dipandang sebagai ancaman paling strategis terhadap Pemerintah Yaman dan negara tetangganya yang kaya akan minyak, Arab Saudi. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026