Logo Header Antaranews Sumbar

Vale Anggarkan "Capex" 100 Juta Dolar AS

Rabu, 7 Mei 2014 18:44 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Perusahaan yang bergerak di pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menganggarkan dana belanja modal (capex) tahun ini sebesar 100 juta dolar AS. Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa dana belanja modal sebesar itu bersumber dari kas internal. Pada kuartal pertama tahun ini, posisi kas dan setara kas perseroan berada di angka 199,04 juta dolar AS. "Belanja modal pada tahun ini sekitar 100 juta dolar AS," katanya. Ia mengemukakan bahwa hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan baru menyerap dana belanja modal sekitar 15 juta dolar AS. Meski tergolong lambat, dinilai normal, pasalnya pada fase tiga bulan pertama pengeluaran perseroan tidak terlalu besar. Pada tahun ini, kata Nico Kanter, perseroan akan fokus pada penghematan biaya dengan mengoptimalkan operasional. Perseroan menargetkan dapat menghemat penggunaan HSFO (high sulphur fuel oil) atau bahan bakar bersulfur tinggi sebanyak dua persen. "Mengimbangi penurunan pemakaian HSFO, perseroan menggunakan 15.510 kiloliter bahan bakar disel dengan biaya rata-rata 0,88 dolar AS per liter," katanya. Terkait dengan kinerja keuangan pada Kuartal I 2014, perseroan mencatat laba bersih sebesar 17,96 juta dolar AS atau turun 43 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 31,51 juta dolar AS. Nico Kanter mengatakan bahwa penurunan laba bersih itu disebabkan harga jual nikel per metrik ton (MT) pada akhir Maret 2014 hanya sebesar 10.972, atau menurun dibandingkan periode sama tahun lalu seharga 13.673 per MT. Ia mengharapkan kebijakan Pemerintah terkait dengan larangan ekspor mineral mentah diberlakukan secara konsisten karena hal itu diyakini dapat menaikkan harga nikel ke depannya. Selain itu, lanjut dia, sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina juga dapat berkontribusi positif terhadap naiknya harga nikel. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026