Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat: Pemberontak Kiri Tahan 40 Sandera di Filipina Selatan

Minggu, 4 Mei 2014 19:23 WIB
Image Print

Davao City, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemberontak sayap kiri menahan hampir 40 warga sipil di Filipina selatan, dan perundinan-perundingan sedang dilakukan untuk membebaskan para sandera itu, kata pihak berwenang, Minggu. Diduga sandera dibawa ke Desa Mahayahay, kota Maragusan, di Lembah Compostela, Mindanao, pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat Sabtu saat puluhan gerilyawan Tentara Rakyat Baru bersenjata berat mengumpulkan 39 warga desa itu, kata Ernest Carolina, juru bicara Divisi Infanteri ke-10 Angkatan Darat. Pat Lucero, seorang pembantu Gubernur Provinsi Arturo Uy, mengatakan pertemuan darurat telah diselenggarakan Minggu untuk memungkinkan pemerintah daerah berunding dengan pemberontak untuk pembebasan korban. "Belum terlihat motif (di balik penyanderaan)," kata Gubernur Uy kepada Xinhua melalui telepon selular, dan menambahkan penyandera juga belum mengeluarkan permintaan apapun. Insiden itu terjadi hanya sehari setelah polisi menangkap seorang pemimpin pemberontak Filipina yang ditandai sebagai berada di balik pembunuhan tentara pemerintah di Davao del Sur dan Provinsi Cotabato, ratusan kilometer ke selatan. NPA dengan kekuatan 4.000 pejuang, adalah sayap bersenjata Partai Komunis Filipina yang melakukan pemberontakan sayap kiri di 60 provinsi Filipina sejak 1969. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026