
Indofood Catat Laba Kuartal Pertama Rp1,37 Triliun

Jakarta, (Antara) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal pertama 2014 naik 90,1 persen menjadi Rp1,37 triliun dari Rp722,4 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa peningkatan laba itu didorong oleh kinerja operasional yang meningkat dan laba selisih kurs. Ia menambahkan bahwa margin laba bersih naik 280 basis poin menjadi 8,4 ersen dan 5,6 persen. Dengan tidak memperhitungkan akun "non-recurring" dan selisih kurs, "core profit" tumbuh 24,3 persen dari Rp744,4 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp925,1 miliar. "Kami senang pada kuartal pertama tahun 2014 mencapai kinerja yang baik. Dalam beberapa bulan ke depan, harga berbagai komoditas kemungkinan masih dapat naik karena potensi terjadinya El Nino," kata Anthoni Salim. Ia mengatakan bahwa sebagai perusahaan "total fodd solutions" yang didukung oleh lima kelompok usaha strategis yang saling melengkapi, perseroan berada pada posisi yang baik untuk dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar. "Kami akan terus melaksanakan berbagai langkah sesuai dengan strategi perseroan guna meraih pertumbuhan berkelanjutan serta meningkatkan nilai perusahaan melalui pertumbuhan organik maupun ekspansi ke berbagai kategori usaha baru," katanya. Sementara itu, dipaparkan juga penjualan neto konsolidasi sebesar Rp16,37 triliun pada kuartal pertama 2014 atau meningkat 26,9 persen dari Rp12,89 triliun pada periode sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan penjulaan di sebagian besar kelompok usaha strategis serta kontribusi dari grup budi daya dan pengolahan sayuran. Anthoni Salim mengemukakan bahwa dalam hal kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi, lima kelompok usaha strategis perseroan, yakni grup produk konsumen bermerek (CBP) sebesar 44 persen, bogasari (25 persen), agrobisnis (16 persen), dan distribusi (tujuh persen). Sedangkan kelompok usaha strategis terbaru Indofood, lanjut dia, Grup Budidaya dan Pengolahan Sayuran berkontribusi sekitar delapan persen terhadap penjualan neto konsolidasi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
