Logo Header Antaranews Sumbar

Pujasera Gandoriah akan Dilengkapi Daftar Harga

Kamis, 1 Mei 2014 11:06 WIB
Image Print

Pariaman, (Antara) - Pemerintah Kota Pariaman memastikan seluruh kios di kawasan pujasera Pantai Gandoriah dilengkapi daftar harga guna memberikan kenyamanan, kejelasan harga serta menutup peluang pemungutan tarif yang tidak wajar. "Saat ini kami masih melakukan pendataan, karena ke depan seluruh kios harus dilengkapi daftar harga," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Yusrizal ketika dihubungi dari Pariaman, Kamis. Menurutnya, pengharusan pencantuman daftar harga tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman, nyaman, dan jelas kepada pengunjung yang ingin menikmati jajanan kuliner di kawasan tersebut. Selain itu, lanjut dia, pencantuman tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan adanya pedagang nakal yang mematok tarif secara tidak wajar sehingga akan memberatkan pengunjung. Dia menceritakan, sebelumnya pihaknya telah menerima laporan dari beberapa pengunjung yang mengaku ditipu oleh oknum pedagang di sekitar kawasan itu karena mematok tarif makan dan minum jauh lebih mahal dibanding standar yang ada. "Kami tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu terjadi lagi, perbuatan beberapa oknum tersebut akan merusak citra pariwisata kota ini secara keseluruhan," katanya. Di samping itu, dia juga mengimbau kepada calon pengunjung yang akan berwisata ke kota itu untuk memastikan terlebih dahulu segala hal terkait pembayaran, sebelum menggunakan atau mengonsumsinya. "Tidak hanya menyangkut makan dan minum, segala hal, bahkan termasuk jasa parkir. Pastikan terlebih dahulu berapa uang yang mesti dibayarkan untuk setiap jasa yang ditawarkan tersebut," katanya. Mantan Camat Pariaman Selatan tersebut menambahkan, pembuatan daftar harga tersebut rencananya akan dikerjasamakan dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan setempat. Sementara itu, adapun bangunan pujasera sendiri berada di sebelah selatan Perpustakaan Sutan Muhammad Rasyid, atau sebelah barat daya Stasiun Kereta Api Kota Pariaman. Disbudpar setempat menyebutkan, bangunan pujasera tersebut akan diisi oleh beragam makanan dan minuman khas Kota tabuik itu, di antaranya jajanan sala "lauak" (ikan), "katupek" (ketupat) gulai tunjang (kaki sapi yang diolah setelah direbus lama hingga empuk dan kenyal) dan minuman teh "talua" (telur). (*/aan)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026