
Pramono Edi Berkunjung ke PBNU

Jakarta, (Antara) - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Rabu. Ditemani Ruhut Sitompul, Pramono bersilaturrahim dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Usai pertemuan, Pramono menjelaskan kedatangannya itu sama sekali tidak terkait dengan konvensi capres Demokrat, apalagi meminta dukungan untuk maju dalam Pemilu Presiden. "Sama sekali tidak bicarakan pilpres," kata Pramono. Ia menyatakan sudah lama berniat untuk bersilaturrahim ke PBNU, namun karena kesibukan konvensi dan pemilu legislatif maka baru kali ini ia memiliki kesempatan. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga mengaku meminta saran dan masukan PBNU terkait hasil pileg yang tidak menggembirakan bagi partainya. "Di kantong-kantong Nahdliyyin (sebutan bagi warga NU, Red) Demokrat kurang suara dibanding 2004," katanya. Untuk itu, lanjut Pramono, ia meminta masukan kepada PBNU agar bisa melakukan perbaikan di masa datang. Beberapa saat setelah Pramono meninggalkan PBNU, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali giliran datang bersilaturrahim ditemani politikus PPP Djan Faridz yang justru sudah hadir lebih dulu. Secara terpisah Said Aqil menegaskan PBNU terbuka bagi siapa saja yang berniat bersilaturrahmin. "Kita terbuka. Masak orang bertamu ditolak," kata Said Aqil. Kalaupun tamu yang datang bermaksid meminta dukungan, menurut Said Aqil, PBNU pun memberikan dukungan moral dan doa, bukan dukungan politik karena NU bukan partai politik. Sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa capres/cawapres yang pernah berkunjung ke PBNU antara lain Joko Widodo (Jokowi), Jusuf Kalla, dan Mahfud MD, meski mereka mengaku kedatangannya tidak dalam kapasitas sebagai bakal capres atau cawapres. Bakal capres yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra justru menemui Said Aqil di kediamannya di Jalan Sadar Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (15/4) malam. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
