
Polisi Tangkap 500 Lebih Sebelum Pemilu di Kashmir-India

Srinagar, Kashmir-India, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih dari 500 pemuda ditangkap di seluruh daerah mayoritas Muslim di Kashmir yang dikuasai India sebelum tahap keempat pemilihan umum India, kata polisi setempat. Penindasan besar-besaran terhadap pemuda tersebut telah berlangsung sebagai bagian dari langkah pencegahan guna menjamin pemilihan umum yang bebas gangguan pada Rabu (30/4). "Guna memastikan pemungutan suara yang damai dan bebas dari kerusuhan di Srinagar dan sekitarnya, polisi telah melakukan tindakan pencegahan dan menangkap sebanyak 400 pelempar batu dan pembuat kerusuhan di wilayah ini," kata juru bicara polisi. Penangkapan serupa telah dilakukan di daerah sebelah utara Srinagar dan sebanyak 60 pelempar batu telah ditahan, kata juru bicara tersebut. Pemungutan suara bagi tahap ketiga pemilihan umum di India di konstituensi Anantnag di Kashmir yang dikuasai India mencatat sedikit pemberi suara, 28 persen, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Pemungutan suara tersebut dinodai oleh boikot pemilihan umum, protes dan kerusuhan. Seorang staf pemungutan suara yang bertugas tewas dan lima lagi termasuk pengemudi dan rekannya cedera setelah gerilyawan menyerang satu kendaraan yang melaksanakan tugas pemilihan umum di Nagbal-Zainapora di Kabupaten Shopian, sekitar 53 kilometer di sebelah selatan Srinagar, Ibu Kota Musim Panas wilayah tersebut. Selain itu, lebih dari dua lusin polisi dan personel militer cedera dalam bentrokan yang terjadi dalam protes pemilihan umum tersebut. "Tak seorang pun diperkenankan untuk mengganggu proses pemilihan umum," kata juru bicara tersebut. "Polisi telah memulai tindakan untuk mengidentifikasi pembuat rusuh dan sejauh ini menangkap 70 dari mereka di berbagai daerah di sebelah selatan Srinagar," kata juru bicara itu. Ia menambahkan polisi tampaknya akan melakukan penangkapan lain. Pemerintah sudah menahan para pemimpin separatis di kantor polsi atau mengenakan tahanan rumah. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
