Logo Header Antaranews Sumbar

Diplomat Jerman Cedera Dalam Upaya Penculikan di Yaman

Selasa, 29 April 2014 09:25 WIB
Image Print

Sanaa, (Antara/Reuters) - Seorang diplomat Jerman terluka selama upaya penculikan oleh orang-orang bersenjata tak dikenal diibu kota Yaman, Sanaa, Senin, kata sumber-sumber kedutaan dan polisi. Mereka mengatakan, diplomat, yang diidentifikasi sebagai atase politik, berhasil lolos dari orang-orang bersenjata yang mencoba untuk memblokir jalan dekat Kedutaan Besar Jerman dengan kendaraan roda-empat tanpa nomor polisi. "Salah satu diplomat terluka ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan di mobilnya dalam upaya yang tampaknya penculikan," kata sumber kedutaan tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Satu saksi mata mengatakan kepada Reuters mobil diplomat tersebut tidak berhenti ketika kendaraan mencoba untuk memblokir jalan dan melarikan diri meskipun mendapat tembakan berat. Diplomat itu dipukul di kaki tetapi cedera ringan, kata sumber tersebut. Penculikan orang-orang asing biasa di Yaman. Sekutu AS sedang mencoba untuk mengatasi hampir tiga tahun kekacauan politik yang dimulai ketika protes meletus pada tahun 2011 terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh, 33 tahun, di kantor. Dia kemudian mengundurkan diri. Kebanyakan penculikan berakhir damai dengan sandera dibebaskan tanpa cedera. Yaman juga sedang berjuang melawan salah satu sayap paling aktif Al Qaida, yang menewaskan ratusan orang dalam serangan terhadap fasilitas negara, termasuk kamp-kamp militer, selama dua tahun terakhir. Para gerilyawan Al Qaida yang menguasai warga negara Afrika Selatan, diidentifikasi sebagai Pierre Korkie, menuntut uang tebusan. Pada Januari, gerilyawan membebaskan istrinya Yolande, yangdiculik pada saat yang sama pada pertengahan 2013. Afrika Selatan sudah mencoba untuk membicarakan pembebasan para gerilyawan setelah Korkie mengancam akan membunuhnya jika mereka tidak menerima uang tebusan tiga juta dolar AS. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026