Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenkop Dirikan Klinik Promutu KUMKM

Selasa, 15 April 2014 13:24 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kementerian Koperasi dan UKM mendirikan klinik produktivitas mutu (promutu) bagi koperasi dan UMKM sebagai media bagi mereka untuk mengakses layanan terkait peningkatan kualitas produk. "Klinik Promutu didirikan sebagai media bagi KUMKM dalam mengakses berbagai layanan," kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Selasa, dalam acara peresmian Klinik Promutu KUMKM. Ia mengatakan klinik itu akan melayani konsultasi KUMKM dalam hal pemanfaatan HKI, penerapan kehalalan produk, pengembangan desain merek dan kemasan, serta peningkatan manajemen dan mutu KUMKM. Sebagai tahap awal, kata dia, konsultan yang sudah siap adalah Ronggolawe, SH, MH. LLM sebagai Konsultan Pemanfaatan HKI, Konsultan Penerapan Kehalalan Produk Tati Maryati, SSI., dan Konsultan Desain Kemasan Raden Kusdini, SSr. "Produk KUKM sebagus apapun, tidak akan ada artinya kalau kualitasnya tidak memenuhi standar mutu. Oleh karena itu perlu ditetapkan standar mutu seperti SNI, ISO, HACCP, dan GMP," kata Menteri. Ia juga menekankan perlunya KUMKM untuk melakukan sertifikasi produk, termasuk sertifikasi HKI dan sertifikasi halal. "Jangan lupa bahwa KUMKM juga perlu pengembangan kualitas produk dan kemasan produk," tukas dia. Menteri menambahkan pendirian klinik promutu merupakan salah satu upaya mempersiapkan pelaku UMKM untuk menghadapi pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Dalam kaitannya dengan produk KUMKM kita, pertanyaannya adalah bagaimana KUKM tetap bertahan hidup dan ikut memberi sumbangan yang berati bagi penyiapan produk dan memanfaatkan peluang yang ditimbulkan oleh perdagangan bebas," tuturnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026