
Korban Tewas Dalam Bentrokan Basilan Meningkat Jadi 12

Manila, (Antara/PNA-0ANA) - Jumlah korban tewas dalam bentrokan Jumat pagi antara Kelompok Abu Sayyaf (ASG) dan satuan-satuan militer di batas kota Unkaya Pukan dan Tipo-Tipo, Basilan, Filipina, kini meningkat menjadi 12 orang. Kapten Jefferson Mamauag, juru bicara Divisi Infanteri 1, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut 10 korban tewas di pihak Abu Sayyaf dan dua di pihak pasukan keamanan pemerintah. Jumlah korban terluka dalam bentrokan terdiri 28 tentara dan sejumlah yang belum ditentukan di pihak Abu Sayyaf. Tentara yang terluka sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Stasiun Kamp Navarro di Kota Zamboanga. Baku tembak pecah pada sekitar pukul 02.25 waktu setempat setelah militer memergoki orang-orang Abu Sayyaf di bawah Puruji Indama, Isnilon Hapilon dan Nur Hassan Jamiri di Pansul Site, Desa Silangkum, kota Tipo-Tipo. Mamauag mengatakan bahwa mereka masih menunggu laporan-laporan dari unit-unit lapangan yang terlibat dalam pertempuran mengenai identitas gerilyawan yang dibunuh . Unsur-unsur gabungan Batalion Scout Ranger 3, Operasi Khusus Gabungan Unit 2 (JSOU2), dan 18 Batalion Infantri 18 melakukan operasi untuk menangkap Indama karena mereka terlibat dengan Al-Qaida. Operasi itu diluncurkan dalam menanggapi laporan-laporan kelompok Indama yang mengancam dan mencoba memeras lima juta peso dari kontraktor proyek jalan Magkawa-Al Barka yang sedang dibangun di provinsi itu. Komandan Abu Sayyaf juga disalahkan pada kasus penculikan untuk tebusan dan berbagai serangan teroris di Filipina Selatan. Di antara korban mereka termasuk mantan tentara Australia Warren Rodwell yang diculik Desember 2011 dan dibebaskan pada Maret 2013. Pihak militer juga percaya bahwa Indama memerintahkan pemenggalan 10 marinir di Basilan pada tahun 2007, serangan ASG di Kota Isabela pada April 2010 yang menewaskan 13 orang, dan penyergapan serta pembunuhan 19 anggota Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata di Al-Barka Oktober 2011. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
