
Pengamat: PKB Melonjak Karena Pendekatan ke NU

Jakarta, (Antara) - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor mengatakan suara PKB berdasarkan hasil hitung cepat berhasil melonjak karena pendekatan intensif ke Nahdlatul Ulama (NU). "PKB kembali menjalin hubungan dengan NU dan tokoh-tokohnya. Mungkin adanya Rhoma Irama memberikan efek, tetapi menurut saya faktor NU lebih berefek," kata Firman Noor dihubungi di Jakarta, Kamis. Firman mengatakan PKB telah menjalin konsolidasi dengan tokoh-tokoh dan beberapa partai politik yang identik dengan NU tetapi tidak bisa mengikuti pemilu. Menurut Firman, PKB telah berhasil menjalin hubungan harmonis dengan PKNU, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa dan tokoh-tokoh NU lainnya. "Dan itu semua tanpa ada faktor Gus Dur, karena masih tetap ada tantangan kuat dari kelompok pendukung Gus Dur, misalnya keluarga dekat Gus Dur," tuturnya. Dengan keberhasilan itu, Firman mengatakan PKB berpotensi menjadi "King Maker" karena suaranya akan dibutuhkan dalam koalisi. "Siapa pun yang berhasil melobi PKB untuk bergabung dalam koalisi akan sangat diuntungkan. Karena itu, sangat wajar apabila banyak calon presiden yang kemudian melobi PKB," katanya. Meskipun berdasarkan hasil hitung cepat PKB berhasil suara cukup signifikan hampir 10 persen, tetapi Firman mengatakan belum tentu hal itu akan berimbas pada perolehan kursi di parlemen. "Karena perolehan suara PKB berasal dari daerah-daerah yang mahal. Jadi belum tentu jumlah kursi yang diperoleh nanti juga signifikan," tuturnya. Berdasarkan hasil hitung cepat sementara yang dilakukan beberapa lembaga, perolehan suara PKB melonjak cukup signifikan dibandingkan Pemilu 2009. Pada 2009, PKB hanya meraih 4,94%. Sedangkan hasil hitung cepat sementara, perolehan suara PKB berada di kisaran sembilan persen. Hitung cepat Radio Republik Indonesia bekerja sama dengan LKBN Antara pada Kamis pukul 13.24 menyebutkan PKB memperoleh suara 9,47 persen. Sedangkan Cyrus CSIS pada pukul 13.31 menyatakan perolehan suara PKB mencapai 9,20 persen. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
