Logo Header Antaranews Sumbar

Surat Suara Tertukar dan Coblosan Ulang

Rabu, 9 April 2014 18:00 WIB
Image Print

Surabaya, (Antara) - Suasana pemungutan suara di berbagai wilayah di Jawa Timur, Rabu secara umum berjalan lancar, namun sempat diwarnai adanya surat suara tertukar dan keputusan pencoblosan ulang. Surat suara untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 31 Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, hilang dari kotak suara sehingga pemungutan suara baru dilakukan pada pukul 10.45 WIB. Kondisi tersebut membuat kelabakan para petugas TPS karena tidak bisa memulai pelaksanaan pemungutan suara tepat waktu, padahal banyak pemilih yang sudah hadir di lokasi tersebut. Petugas KPPS berkoordinasi dengan panitia pengawas pemilu (Panwaslu), sejumlah saksi, dan aparat kepolisian yang berada di lokasi, kemudian diputuskan proses pemungutan suara tidak boleh dilaksanakan hingga seluruh surat suara lengkap. Akhirnya surat suara didatangkan langsung dari gudang KPU Jember untuk mencukupi kebutuhan para pemilih di TPS tersebut dan surat suara tersebut tiba di TPS 31 Kelurahan Jember Lor pada pukul 10.30 WIB. Di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan juga sempat terganggu karena ada surat suara tertukar antardaerah pemilihan. Di Kabupaten Pamekasan surat suara tertukar terjadi di TPS 1, 2 dan 3 Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Kota, dan TPS 15 Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota. Menurut Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 1 Desa Nyalabu Daja, Suda'ie, surat suara di TPS-nya itu tertukar dengan surat suara dengan Daerah Pemilihan (dapil) 5. "Di sini kan dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Tlanakan. Tapi nyatanya surat suara yang kami terima adalah surat suara untuk dapil 5," kata Suda'ie. Akibat kejadian tersebut maka pelaksanaan pencoblosan molor dan hingga pukul 12.00 WIB belum dimulai karena pengganti surat suara yang tertulis belum juga datang, dan pemungutan suara di TPS 1, 2 dan 3 termasuk di TPS 15 juga belum digelar. Di Sumenep, surat suara pemilu yang tertukar terjadi di TPS 8 Desa Batu Putih Laok, TPS 6 Desa Juruan Daya dan TPS 8 Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih. Panitia Pengawas Pemilu Kota Surabaya sempat menghentikan pencoblosan di TPS 5 Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Pakal, akibat surat suara dari dapil 5 tertukar dengan dapil 4. "Kami terpaksa menghentikan pada pukul 10.00 WIB. Kami minta KPU mengganti surat suara sesuai dapilnya," kata Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariyadi. Menurut dia ada 406 kertas suara di TPS 9 yang tertukar sehingga kami minta KPU segera menggantinya. Ia tidak memungkiri bahwa kesalahan juga terjadi di TPS lain di Kecamatan Pakal. "Untungnya KPU segera mengganti sehingga pencoblosan bisa dilanjutkan kembali. Pelaksanaan pemilu harus selesai pukul 13.00 WIB," katanya. Wahyu mengatakan banyak kesalahan teknis administrasi dalam pelaksanaan pemilu di Surabaya kali ini. Selain itu, kesalahan teknis lainnya kekurangpahaman KPPS mengenai formulir A5 yang bisa digunakan asalkan dengan syarat bisa menunjukkan identitasnya. Sementara itu, caleg sekaligus Ketua DPRD Surabaya M. Machmud menilai KPU Surabaya teledor atas tertukarnya surat suara di dapil 5. Atas kejadian tersebut, Machmud merasa dirugikan karena banyak pendukungnya batal melakukan pencoblosan karena tidak terdapat namanya di surat suara. "Ironisnya banyak petugas TPS banyak yang tidak tahu, Buktinya ada yang sampai 200 orang baru tahu," katanya. Ia mengatakan kesalahan yang terjadi di dapil lima Kecamatan Pakal terjadi di RW 05 Surya Nata, RW 04 pasukin Kunin, RW Lima Lidah Kulon, RT 05 RW 08 PDK Benowo dan RW 03 Jawu.Coblos Ulang Dari Sumenep, Madura, dilaporkan Panitia Pengawas Kecamatan Batuputih merekomendasikan pemilu ulang di empat TPS yang surat suaranya tertukar. "Panwascam merekomendasikan agar digelar pencoblosan ulang, karena surat suara di empat TPS itu tertukar dengan surat suara di Kepulauan, sehingga tidak mungkin untuk ditukar secepatnya," kata Ketua Panwascam Batuputih Moh Hartono alias Etto. Keempat TPS yang diketahui surat suaranya tertukar itu yakni TPS TPS 8 Desa Batuputih Laok, TPS 6 Desa Juruan Daya, TPS 8 Desa Juruan Laok, dan TPS 2 Desa Sergang. Semuanya masuk wilayah Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Kecamatan Batuputih pada pemilu legislatif kali ini masuk Dapil 5. Sedangkan surat suara yang diterima di empat TPS adalah surat suara DPRD Kabupaten Sumenep di Dapil 7 yang meliputi Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Kecamatan Sapeken. Semuanya berada di Kepulauan. Jarak tempuh ke Kepulauan membutuhkan waktu sedikitnya 12 jam dengan sarana transportasi yang terbatas. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penukaran surat suara dalam waktu singkat. "Makanya, Panwascam merekomendasikan kepada PPK Batuputih agar sebaiknya di empat TPS itu dilakukan pemilu ulang," terang Hartono. Tertukarnya surat suara tingkat kabupaten di empat TPS di Kecamatan Batuputih itu diketahui pertama kali di TPS 8 Desa Batuputih Laok, ketika proses pencoblosan sudah berlangsung dan sebanyak 129 dari 302 terdaftar warga telah menggunakan hak pilihnya. Dari temuan itu, pihak penyelenggara KPPS di TPS 8 selanjutnya berkomunikasi dengan petugas di TPS lain, lalu ditemukan hal yang sama di tiga 3 TPS berbeda. Yakni TPS 6 Desa Juruan Daya, TPS 8 Desa Juruan Laok, dan TPS 2 Desa Sergang. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumenep memastikan akan menggelar pemilu ulang menyusul temuan tertukarnya surat suara di 7 TPS di wilayah itu. "Waktu pelaksanaan pemilu ulang ini belum kami tentukan sekarang karena masih dalam pembahasan," kata Komisioner KPU Sumenep Moh Ilyas. Ketujuh TPS yang ditemukan bermasalah itu di dua kecamatan, yakni 5 TPS di Kecamatan Batuputih, terdiri dari TPS 8 Desa Batuputih Laok, TPS 7 Desa Batuputih Daya, TPS 6 Desa Juruan Daya, TPS 8 Desa Juruan Laok, dan TPS 2 Desa Sergang. Kemudian sisanya, 2 TPS berada di Kecamatan Ambunten, yakni TPS 8 Desa Tambaagung Tengah dan TPS 4 Desa Keles. Di 5 TPS di Kecamatan Batuputih persoalan yang terjadi karena surat suara untuk calon legislatif di kecamatan itu, tertukar dengan surat suara untuk calon legislatif di dapil 7 meliputi kecamatan Arjasa, Kangayan (Pulau Kangean) dan Kecamatan Sapeken. Sedangkan dua TPS di Kecamatan Ambunten, tertukar dengan surat suara Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-batang, dan Kecamatan Batuputih. Menurut Moh Ilyas, pemungutan suara ulang di 7 TPS di dua Kecamatan itu, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. "Kalau ditemukan surat suara tertukar memang dihentikan dan dilakukan pemungutan suara ulang," terang Ilyas. Mengenai waktu pelaksanaan pemungutan suara ulang di 7 TPS itu, KPU membahasnya dalam pleno internal institusi itu, sambil mengajukan data jumlah pemilih di 7 TPS yang bermasalah tersebut. Menurut dia, surat suara cadangan di KPU Sumenep sebenarnya ada, namun jumlahnya tidak mencukupi untuk mengganti surat suara yang tertukar, karena surat suara cadangan yang tersedia hanya 1.000 per dapil dan diperkirakan tidak cukup untuk 7 TPS. "Kami juga masih menunggu hasil koordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur. Saat ini kami sedang melakukan rapat pleno guna menentukan pemungutan ulang di 7 TPS itu," pungkasnya.Mahasiswa Jepang Pemilu di sejumlah tempat juga menjadi minat delapan mahasiswa Jepang dari Universitas Setsunan, Osaka, yang sedang menjalani program belajar di Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya untuk menyaksikan dan mencoba langsung praktik pencoblosan. Setelah menerima pemahaman dari Rektor Unitomo Dr Bachrul Amiq SH MH di TPS 10, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, para mahasiswa Jepang itu juga ikut mempraktikkan proses pemilu. Mereka memanggil nomor antrean warga di tempat pemungutan suara (TPS), lalu mereka memberikan kertas suara kepada mereka dan akhirnya mereka juga ikut mencelupkan jari kelingking ke tinta ungu. "Kegiatan ini digelar untuk memberikan pembelajaran tentang demokrasi di Indonesia, juga ingin menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia ini sekarang sudah berkembang pesat. Mereka dibawa langsung ke TPS agar tahu tentang jalannya pemilu secara langsung," kata Rektor Unitomo, Dr Bachrul Amiq. Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Sastra Unitomo, Dra. Cicilia Tantri Suryawati MPd, menjelaskan kegiatan ini juga menjadi tugas untuk para mahasiswa Jepang dalam kurikulum Bahasa Indonesia di fakultas mereka. "Dalam kurikulum Bahasa Indonesia, kami memilih mata kuliah studi lapangan, kebetulan ini waktunya pas dengan pemilu. Nantinya ada tugas tulis juga untuk mereka tentang pemilu di Indonesia dan dikomparasi dengan pemilu di Jepang," katanya. Di Gresik, para pemilih terhibur oleh munculnya artis Ayu Azhari yang mendampingi putranya Axel Djody Gondokusumo yang menjadi calon anggota legislatif DPR RI menyalurkan hak suara atau "nyoblos" di Tempat Pemungutan Suara 03, Desa Gapuro Sukolilo. Ayu Azhari dan Axel tiba di TPS 03 yang berada di lingkungan kompleks Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim sekitar pukul 11.00 WIB dan mendapat sambutan hangat dari warga sekitar serta Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kehadiran artis peraih Piala Citra asal Jakarta itu dimanfaatkan para pemilih di TPS 03 untuk bersalaman dan mengajaknya foto bersama. Sebagai warga Jakarta yang sebenarnya tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 12 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ayu Azhari dan Axel tidak bisa langsung mencoblos di TPS 03 Gresik. Sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum untuk pemilih yang pindah lokasi TPS, keduanya baru dilayani petugas KPPS pada pukul 12.00 WIB atau satu jam sebelum batas akhir pemungutan suara di TPS. "Kami memutuskan nyoblos di Gresik, karena Axel harus berada di daerah pemilihannya," kata Ayu Azhari saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela menunggu giliran mencoblos. Axel Djody Gondokusumo merupakan calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional di Dapil X Jatim (Kabupaten Gresik dan Lamongan). Artis yang memiliki nama asli Khadijah Azhari itu, mengaku sengaja memilih TPS di lingkungan kompleks Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, Gresik, untuk menyalurkan hak suaranya, karena mempertimbangkan kemuliaan dan ketokohan salah satu Wali Songo (Wali Sembilan) penyebar agama Islam tersebut. Ayu Azhari bersama putranya akan tinggal dan terus berkeliling di wilayah Gresik dan Lamongan hingga 12 April untuk menunggu proses penghitungan suara selesai. Sementara komunitas Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, mendatangi tempat pemungutan suara di dua lokasi untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014. "Tingkat kesadaran warga Dusun Jepang untuk mempergunakan hak pilihnya dalam berbagai pemilu sebelumnya cukup tinggi, bisa mencapai 80 persen lebih," kata Kepala Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Sutidjan. Oleh karena itu, ia juga memperkirakan tingkat kehadiran warga Dusun Jepang dalam pemilu 2014 , kemungkinan bisa mencapai 80 persen dari jumlah pemilih di TPS 10 sebanyak 316 orang dan TPS 11 sebanyak 303 orang. "Warga yang tidak hadir ke TPS biasanya karena kondisinya tidak memungkinkan, misalnya, bekerja ke luar daerah, tetapi tidak sempat pulang ke rumah. Selain itu, juga warga yang sudah tua sudah tidak berjalan lagi," jelasnya. Dari Malang, pemain naturalisasi Arema Cronus Indonesia asal Uruguay Christian Gonzales ikut "nyoblos" untuk pertama kalinya, setelah menjadi Warga Negara Indonesia pada 2010. "Ini pengalaman saya pertama sebagai WNI dan ikut mencoblos dalam pemilu," kata Christian Gonzales usai menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) 13 Kelurahan Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pemain yang pernah memperkuat Persib bandung itu datang ke TPS ditemani anak bungsunya Fernando pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya Gonzales terdaftar sebagai pemilih di Bandung. Meski akhirnya bisa menyalurkan aspirasi politiknya, Gonzales tidak serta merta bisa mencoblos dan ahrus menunggu setelah pukul 12.00 WIB, apalagi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bagi pemilih luar kota, Gonzales juga tidak mendaftar, sehingga harus ada dua orang saksi. Ketika ditanya soal model pemilu di Indonesia, Gonzales mengatakan berbeda dengan di Uruguay karena di negara asalnya itu hanya ada satu partai. Sedangkan di Indonesia ada 12 partai, kecuali di Aceh sebanyak 15 partai karena ada tiga partai lokal yang lolos dalam Pemilu 2014. Ketika ditanya soal figur pemimpin Indonesia ke depan dan bisa membawa kemajuan bagi dunia persepakbolaan di Tanah Air, Gonzales secara tegas menyatakan sepak bola jangan dikait-kaitkan dengan dunia politik. "Antara sepak bola dengan politik jangan dikait-kaitkan," tegas Gonzales. Gonzales terdaftar sebagai pemilih di Kota Bandung karena sebelumnya memperkuat Persib Bandung. Pemain naturalisasi itu dan baru bergabung dengan Arema pada kompetisi musim lalu. Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono melakukan pemantauan pada sejumlah TPS di Sampang, Madura, bahkan sehari sebelumnya (8/4) memantau TPS di Bangkalan, Madura. Di Sampang, Kapolda Jatim mengawali pemantauan di kawasan Ketapang, Sampang. "Tiga lokasi rawan di Jatim adalah Bangkalan, Sampang, dan Jember, karena ada konflik bernuansa SARA pada beberapa waktu sebelumnya," kata Kapolda. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026